Ny. Hotmida Paulina Pasaribu MELAHIRKAN BAYI SEHAT SETELAH 3 KALI KEGUGURAN Setiap kali usia kehamilannya tiga bulan, Hotmida selalu keguguran. Kejadian ini terulang hingga tiga kali berturut-turut. Setelah diperiksa lebih teliti, ternyata penyebabnya adalah virus toxo. Dokter ahli kandungan pesimis, istri Hendri ini tidak akan bisa melahirkan anak dalam keadaan sehat. Bahkan diduga kemungkinan besar bayi yang dilahirkan dapat meninggal. Pasangan ini pantang menyerah. Berbagai upaya terus dilakukan demi kehadiran si buah hati. Gagal melalui usaha medis, berbagai cara lain pun diupayakan. Siapa sangka Aquatreat Therapy dapat menyembuhkan penyakit Hotmida. Bahkan mereka akhirnya memiliki keturunan yang sehat.
Perasaanku agak tenang setelah mendatangi Makmal UI. Di sana aku ditangani langsung oleh seorang Profesor. Kalau tidak salah beliau seorang ahli yang khusus menangani penyakit yang disebabkan oleh virus toxo. Selama tiga bulan aku diharuskan minum obat. Setelah itu aku bolak-balik kontrol untuk mengetahui sejauh mana reaksi dari obat yang telah aku minum selama tiga bulan itu. Dengan rajin aku tidak pernah berhenti melakukan kontrol ke dokter selama berbulan-bulan. Setelah aku melakukan kontrol lebih setengah tahun, aku melakukan pemeriksaan darah di laboratorium. Ternyata di dalam darahku masih mengendap virus toxo. Walaupun demikian, ketika itu dokter sudah mengijinkan kami melakukan program hamil. Mendapat rekomendasi program hamil dari seorang dokter ahli, tentu saja aku dan suami menyimpan suatu harapan. Paling tidak ada jaminan, bahwa bayiku dapat lahir dalam keadaan sehat. Pada bulan berikutnya aku hamil. Dokter menyarankan agar selama aku hamil tidak melakukan banyak aktivitas. Ruang gerakku dibatasi. Sehari-harinya aku jadi lebih banyak tidur. Tidak satu pun pekerjaan rumah yang aku lakukan, demi menjaga keselamatan bayi dalam kandunganku. Termasuk aku keluar dari pekerjaanku selama ini. Apa boleh buat, apa pun aku korbankan agar kami dapat segera memiliki keturunan. Mulanya aku bekerja di salah satu perusahaan komputer. Namun semenjak keguguran anak pertama, Bang Hendri melarangku bekerja. TETAP MENGALAMI KEGUGURAN Betapa kecewanya aku, karena meskipun segala aktivitas sudah aku hentikan total, aku masih saja keguguran. Ya, aku kembali keguguran untuk yang kedua kalinya. Namum kami tidak pernah berhenti melakukan berbagai upaya agar dapat memiliki keturunan. Syukurlah tak lama berselang, aku sudah hamil kembali. Tentu saja aku semakin bertambah hati-hati menjaga kehamilanku yang ketiga kalinya ini. Besar harapanku, kehamilan kali ini bisa mewujudkan dambaan kami selama ini, dikaruniai anak yang sehat. Apapun saran dokter aku patuhi, demi pertumbuhan janinku agar dapat tumbuh dalam keadaan sehat. Walau begitu, aku dan suami masih terus dihantui perasaan was-was. Masalahnya, aku belum sembuh dari virus toxo. Suatu ketika aku bertanya kepada dokter, tentang virus toxo yang masih kuidap dalam tubuhku. Apakah nantinya tidak akan mengganggu pertumbuhan janinku yang sudah dua kali keguguran. Menurut dokter tidak ada yang perlu dikhawatirkan Masalahnya aku sudah pernah minum obat, yang katanya meski obat itu tidak dapat menyembuhkan, tetapi paling tidak dapat mencegah perkembangan virus toxo di dalam tubuh. Mendengar penjelasan dokter aku merasa tenang. Mudah-mudahan saja aku tidak keguguran lagi. Kami berdua sudah sangat mendambakan kehadiran seorang anak. Ketika kehamilanku memasuki usia tiga bulan, Bang Hendri tiba-tiba menjadi cemas. Ia teringat pada usia kehamilan tiga bulan itulah, kandunganku yang pertama dan kedua gugur dan akhirnya dikuret. Aku mencoba menenangkan pikiran buruknya. “Nggak usah khawatir Bang, masak iya sih aku harus keguguran lagi.” kataku kepada Bang Hendri sembari menghibur diriku sendiri. Kekhawatiran kami ternyata benar-benar menjadi kenyataan. Beberapa hari setelah itu aku mengalami flek. Bang Hendri buru-buru membawaku kontrol ke dokter ahli virus yang belakangan ini menangani penyakitku. Dokter memberikan obat penguat janin. Obat ini diharapkan dapat mempertahankan janinku agar tetap kuat. Ternyata keesokan harinya aku masih mengalami flek. Bang Hendri kemudian membawaku ke dokter kandungan yang lain, yang juga tempat kontrolku selama ini, yaitu dokter yang berpraktek di perusahaan kantor Bang Hendri. Dokter yang satu ini sudah hapal betul bagaimana riwayat penyakitku saat mengandung. Meski sudah minum obat, aku masih terus mengalami pendarahan. “Ini pertanda tidak baik,” begitu ucap dokter ginekolog perusahaan Bang Hendri. Karena masih terus mengalami pendarahan, aku akhirnya di USG. Pada saat itulah diketahui ternyata selama ini janinku memang tidak berkembang dengan sempurna. Aku harus pasrah, ketika harus dikuret untuk yang ketiga kalinya. Ketika dikuret aku mengeluarkan banyak gumpalan darah. Tentu saja kejadian ini merupakan pukulan yang amat menyedihkan. Namun kami tetap optimis, suatu hari nanti kami pasti akan dikaruniai seorang anak. Apalagi dokter perusahaan selalu memberi semangat agar kami tak usah khawatir. “Yang sudah sepuluh kali saja toh pada akhirnya punya anak juga,” begitu selalu ucapnya menghibur seraya memperkokoh semangat kami berdua. BEROBAT KE KLINIK PAK JUANDA Terus terang semenjak bolak-balik keguguran aku jadi enggan melanjutkan pengobatan kepada dokter itu. Selain keberadaannya jauh dari rumah, harga obatnya tergolong mahal. Untungnya biaya pengobatan ditanggung oleh perusahaan suami. Kalau biaya sendiri, rasanya tak mungkin kami mampu membeli obat dengan harga semahal itu. Suatu hari seorang teman bercerita tentang kakaknya yang dapat melahirkan berkat pertolongan seorang dukun beranak. Aku jadi penasaran ingin mengikuti jejak kakaknya yang berhasil melahirkan berkat diurut. Seminggu dua kali aku diurut oleh dukun beranak tersebut. Sebelum sang dukun pulang, aku dan suami masih dibuatkan minuman dari kelapa muda yang katanya sudah diberi bubuk untuk menggugurkan virus toxo yang ada dalam tubuhku. Aku dan suami menurut saja apa kata dukun beranak ini. Ternyata meski sudah dua bulan berjalan, virus toxoku tidak berkurang sama sekali. Bang Hendri akhirnya menghentikan pengobatan dukun ini. Pada saat perayaan Natal, seperti biasa sanak saudara saling berkunjung. Pada saat itulah salah seorang tamu membawakan kami sebuah majalah di mana pada salah satu artikelnya membahas mengenai penyakit toxo. Setelah aku membacanya secara seksama, ternyata betapa mudahnya menanggulangi virus toxo. Hanya dengan mengonsumsi Aquatreat Therapy banyak orang telah berhasil bebas dari virus jahat ini. Pria yang telah berhasil meracik Aquatreat Therapy ini namanya Bapak Juanda. Dengan cairan inilah, Pak Juanda berhasil menanggulangi seluruh pasiennya yang mengidap virus TORCH (Toxo, Rubella, CMV dan Herpes). Usai membaca artikel tersebut, aku seperti memiliki harapan kelak aku akan sembuh dengan minum ramuan Pak Juanda. Keyakinanku terhadap sosok pria ini semakin mantap, setelah aku menyaksikan kehadirannya di televisi. Pria ini memaparkan bagaimana Aquatreat Therapy dapat memusnahkan virus TOXO. Aku jadi semakin penasaran, apalagi di sana dipaparkan tentang pasiennya yang pernah mengalami beberapa kali keguguran dan kini telah berhasil memiliki keturunan yang sehat. Mendengar hal itu, aku dan suami tergerak ingin menemui Pak Juanda. Kami menjumpai Pak Juanda sekitar bulan Juni 1996. Melihat hasil laboratorium yang aku bawa, aku diharuskan minum Aquatreat Therapy. Setiap dua minggu sekali Bang Hendri datang ke tempat praktek Pak Juanda untuk membeli Aquatreat Teraphy. Setelah dua bulan mengonsumsi Aquatreat Therapy, iseng-iseng aku periksa ke lab. Ternyata hasilnya luar biasa. Virus toxoku menunjukkan angka penurunan. Sebulan setelah itu, aku kembali lagi ke lab, virus toxoku semakin berkurang. Namun aku masih belum mau berhenti minum obat. Aku ingin betul-betul sembuh, aku minum ramuan Pak Juanda selama tujuh bulan. Pada Januari 1997, aku hamil kembali. Khawatir terjadi sesuatu, Bang Hendri melaporkan perihal kehamilanku kepada Pak Juanda. Menurut beliau, kami tidak perlu cemas, selama hamil aku kembali dianjurkan mengonsumi Aquatreat Therapy agar bayiku dapat tumbuh sehat. Selain mengonsumsi obat Pak Juanda aku juga kontrol ke dokter kandungan. Hal ini atas saran Pak Djuanda juga. Namun setiap kali diberi resep obat oleh dokter, aku tidak pernah menebusnya, kecuali vitamin. Aku dan bang Hendri yakin, Aquatreat Therapy dapat menyehatkan janin. Menjelang kandunganku berusia tiga bulan, Bang Hendri kembali dihantui perasaan cemas. Ia trauma, aku akan keguguran lagi seperti yang sudah-sudah. Saking khawatirnya aku dilarang melakukan USG. Ia tidak kuat menerima kenyataan kalau kelak aku ternyata keguguran lagi. Karena pikirannya selalu diliputi perasaan cemas, Bang Hendri akhirnya menemui Pak Juanda. “Nggak usah cemas, berharaplah hanya kepada Yang Kuasa,” tutur Pak Juanda menenangkan hati Bang Hendri. Ternyata apa yang dikhawatirkan Bang Hendri tidak terbukti. Kandunganku tumbuh dengan baik. Aku baru menjalani USG setelah usia kandunganku empat bulan. Suamiku merasa lega ketika mengetahui kandunganku ternyata berkembang dengan baik. Walaupun begitu, ternyata hati Bang Hendri masih juga tidak tenang. Ia terus diliputi perasaan khawatir kalau-kalau kandunganku suatu saat akan mengalami masalah. BAYIKU LAHIR SEHAT Beberapa hari sebelum persalinan, Bang Hendri mengeluh perutnya terasa mulas. Ia sering bolak-balik buang air. Entah kenapa perut Bang Hendri mendadak sakit seperti itu. Melihat keadaannya semakin parah, dokter menyarankan Bang Hendri untuk dirawat di rumah sakit. Selama berada di rumah sakit, Bang Hendri jadi olok-olokan famili yang datang menjenguk. Setelah tiga hari Bang Hendri dirawat, aku menyusul masuk rumah sakit, karena tanda-tanda akan melahirkan sudah nampak. Di saat persalinan, Bang Hendri menungguiku di luar kamar operasi sambil berbaring di atas tempat tidurnya. Banyak sanak keluarga yang berdatangan ketika itu. Mereka umumnya cemas, jangan-jangan bayiku mengalami sesuatu yang dapat membuat kami kecewa untuk kesekian kalinya. Faktor usia dan pembukaan jalan bayi terasa sangat lama sehingga dokter memutuskan persalinan melalui operasi Caesar pada 14 Agustus 2001. Ketika dokter ke luar dari ruang bedah, Bang Hendri langsung menyapanya. Dengan nada tak sabar Bang Hendri menanyakan keadaan bayinya. Alangkah bahagia hatinya setelah mengetahui kalau anaknya lahir dalam keadaan sehat tanpa kekurangan sesuatu apapun. Seketika itu juga Bang Hendri seperti mendapat kekuatan. Ia langsung dapat berdiri bergegas menemuiku. Keesokan harinya Bang Hendri sudah sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah. Aku sendiri sebelum pulang ke rumah, sempat memeriksakan keadaan si bayi, apakah tertular virus toxo. Ternyata Irwan Enrico, anak kami lahir sehat. Tak terkatakan betapa bahagianya hati kami berdua dianugrahi seorang anak laki-laki yang sehat. Bang Hendri untuk kesekian kalinya kembali menemui Pak Juanda, bukan untuk membeli Aquatreat Therapy, tetapi memaparkan rasa bahagia dan terima kasih kami yang tiada tara. “Apa yang saya berikan hanyalah sarana, Tuhanlah yang menentukan segalanya,” tutur Pak Juanda. Kami tidak akan pernah melupakan jasa baik beliau. |