Beranda arrow Kesaksian arrow Toxo...Membuat Aku Buta & Tuli
Newsflash
JADWAL PRAKTIK
AQUATREAT 2012
 
 
Read more...
 
Menu Utama
Beranda
INFO Torch
News
Kesaksian
Jadwal Praktik
Kontak Kami
Menu Religi
Buletin Tarbiyah
Dakwah
Komentar Terbaru
Epilepsi, Bagaimana Jalan...
Operasi
Adik saya usia 5 tahun pernah jatuh...
30/01/12 03:49 Selengkapnya...
Oleh: Ephron

Jadwal Praktik 2012
lahir tanpa tempurung kepala
ass.. nanya pak, ada nggak hubungannya...
27/01/12 22:22 Selengkapnya...
Oleh: anggraini marsyal

Jadwal Praktik 2012
telah ada di Semarang
Terima kasih telah membuka praktek di...
23/01/12 21:47 Selengkapnya...
Oleh: Heri Stiyawan

9 Tahun Menanti Buah Hati
pertanyaan tentang epilepsi
Assalmualikum Ir.H.A. Juanda saya...
23/01/12 01:21 Selengkapnya...
Oleh: Ahmad Hanif

Dokter Memvonis Aku,...Tak...
semangat buat ibu
Allahuakbar..... ibu sungguh tegar...
18/11/11 22:28 Selengkapnya...
Oleh: arisna_kalimantan

Jadwal Terbaru
No events
Toxo...Membuat Aku Buta & Tuli PDF Print E-mail
Sunday, 17 August 2008
 

Ny Seri Budari

VIRUS TOXO NYARIS MEMBUAT AKU BUTA DAN TULI

Sample ImageSelama lebih setahun Ny Seri menderita pusing. Namun ia tidak memperdulikan secara serius. Lama kelamaan pendengarannya mendadak juga terganggu. Di bagian dalam telinganya  sering terdengar suara-suara berisik yang membuat pusing kepalanya semakin hebat.  Rasa tak nyaman baru benar-benar memuncak saat penglihatannya mulai samar. Ia pernah terjatuh karena pandangan matanya mendadak gelap tak berfungsi. Sudah banyak dokter yang menangani penyakitnya, namun rentetan penyakit Ny. Seri tidak kunjung sembuh. Seluruh penderitaan yang dialaminya ternyata disebabkan oleh virus toxo yang akhirnya dapat disembuhkan dengan Aquatreat Therapy. Kini ibu  dua anak ini sudah bebas dari segala penyakit yang pernah dialaminya selama hampir tiga tahun.

Kalau kuingat kembali rangkaian penyakit yang pernah aku rasakan selama ini, ngeri juga rasanya. Klimaks dari seluruh keluhan penyakitku ketika itu, aku jatuh karena suatu hari mataku tidak bisa melihat lagi. Ceritanya berawal ketika aku ingin mengantar suami berangkat bekerja, tiba-tiba penglihatanku menjadi silau saat melihat cahaya matahari.  Mendadak penglihatanku jadi kabur. Namun aku masih berupaya melangkah menuju teras. Pada saat itulah aku terjatuh karena penglihatanku  menjadi gelap.  

Peristiwa itu membuatku terhempas cemas. Aku takut sekali jika kedua mataku tidak berfungsi lagi. Untung akhirnya mataku bisa diselamatkan. Tuhan masih mengijinkan aku menatap segala ciptaan-Nya. Jika penglihatanku bisa terganggu sedemikian parah, terjadinya bukan sekonyong-konyong, melainkan melalui proses panjang yang tidak pernah kusadari.

Sample ImageWASPADA APABILA SERING MIGREN

Suatu hari di tahun 1997, aku mendadak pusing tujuh keliling. Rasa pusingnya tidak menghantam seluruh kepala, melainkan hanya  terasa di bagian  sebelah kepalaku. Untuk mengatasinya, aku minum paramex. Beberapa saat kemudian pusingnya mereda. Tetapi dua  hari kemudian aku pusing lagi. Lagi-lagi aku minum obat penangkal pusing yang sama. Nyatanya memang cukup manjur, pusingku hilang.  Tidak kucurigai ketika rasa pusing itu muncul lagi  dua hari kemudian. Bahkan setelah itu aku semakin sering pusing dan pusing. Dalam seminggu, sedikitnya aku mengalami pusing dua bahkan sampai empat kali. Untungnya aku masih bisa melakukan tugasku sebagai pengajar di salah satu perguruan tinggi.

Hampir setahun, aku terus diliputi migren. Selama itu pula aku  dapat mengatasinya dengan obat dari warung dekat rumah. Waktu itu sama sekali tidak terpikir untuk periksa ke dokter. Sebab setelah diatasi dengan obat yang biasa kuminum, rasa pusingnya sekejap hilang. Sehingga aku tidak menanggapi penyakit ini secara  serius.

Rasa pusing masih terus mengganggu, ketika awal tahun 1999, muncul keluhan lain. Secara tiba-tiba pendengaranku juga mengalami masalah. Ada suara berisik yang sering kedengaran dari bagian dalam  telinga. Suaranya seperti  puluhan pohon bambu yang tertiup angin, krisik-krisik.  Walaupun kedengarannya tidak terlalu kencang, tapi karena terus-menerus, lama-kelamaan aku risih juga diganggu oleh suara-suara itu.  Aku menjadi tidak nyaman. Ada kalanya suara-suara itu mengakibatkan aku semakin pusing.   

Sudah seminggu suara-suara dari dalam telingaku terdengar terus-menerus, namun aku masih mencoba mengatasinya sendiri. Lama-kelamaan  akhirnya aku tidak tahan  menghadapi suara-suara yang selalu terdengar di dalam telingaku. Keseharianku benar-benar jadi terganggu. Akhirnya aku datang juga ke dokter. Di hadapan dokter aku ceritakan awal  penyakitku dan cara mengobatinya dengan obat warung. Dugaan dokter suara-suara di telingaku itu bisa saja disebabkan oleh obat yang selama ini kuminum. “Mungkin karena terlalu sering, jadi berpengaruh ke pendengaran Anda,”  kata dokter.

Aku meragukan pendapat dokter. Namun begitu, aku selalu disiplin minum obat yang diberikan dokter. Barangkali saja setelah obatnya habis, penyakitku sembuh. Tapi aku kecewa, karena setelah obatnya habis, aku masih terus mendengar suara-suara berisik itu. Akhirnya aku ganti ke dokter THT yang lain. Ternyata dokter yang satu ini juga tidak dapat memastikan gangguan pada pendengaranku. Kata dokter, bagian dalam telingaku tidak ada masalah sama sekali. ”Bagian dalam telinga Anda bersih,” ucapnya. Aku kemudian diberikan obat. Ternyata obat yang diberikannya tidak membawa perbaikan yang menggembirakan. Suara-suara berisik dalam telingaku masih belum berkurang sama sekali.

Aku masih kembali menemui dokter yang sama, minta agar dilakukan pemeriksaan ulang. Namun setelah pemeriksaan, dokter tetap kesulitan untuk memastikan penyebab dari suara-suara itu. Aku jadi kesal karena sejauh itu belum diketahui juga penyebab yang sesungguhnya. Keesokan harinya aku mendatangi dokter THT lainnya lagi. Beberapa kali telingaku di teropong untuk melihat bagian dalamnya secara lebih detail. Ternyata dokter ini pun tidak bisa memprediksi apa sebenarnya yang telah terjadi pada  pendengaranku. “Nggak ada apa-apa kok Bu. Telinganya bersih,” begitu kata dokter. Padahal ketika itu aku masih mendengar suara-suara berisik itu. Aku jadi heran, kenapa pendengaranku bisa seperti ini. Mengganggu sekali.  

TELINGAKU BANYAK MENGANDUNG LEMAK

Aku semakin penasaran untuk mengetahui penyebab gangguan telingaku. Aku segera mencari dokter THT lain. Kali ini penanganannya lebih cermat. Melihat cara kerjanya, aku merasa betah menjadi pasiennya. Walaupun tidak ada peningkatan, aku sempat berbulan-bulan menjadi pasien tetapnya. Menurut pengamatanku dokter yang satu ini punya pengalaman khusus dalam menangani penyakit seperti yang aku alami. Dokter ini memang lebih senior dibanding dengan dokter THT yang pernah aku datangi. Dokter itu menyarankan supaya aku mengurangi makanan yang berlemak. Sebab katanya, di dalam telingaku banyak mengandung lemak. Jika aku banyak makan makanan berlemak, frekuensi suara yang ditimbulkan oleh telingaku akan kedengaran semakin kencang.

Apa yang dikatakan dokter memang terbukti. Pernah aku makan terlalu banyak peyek, makanan yang terbuat dari kacang tanah. Kurasakan suara di telingaku semakin parah. Suara yang ditimbulkan dari dalam telinga menjadi lebih kencang dari biasanya. Satu hal yang membuat aku jadi kesal, semakin suaranya kedengaran kencang, semakin bertambah pusing pula kepalaku. Untuk mengatasi agar lemak dalam tubuhku bisa berkurang,  aku jadi rajin berolahraga, melakukan senam aerobik, ataupun senam pernapasan. Hasilnya cukup menolong.  Asal latihannya tidak terlalu diforsir, rasa pusing dan dengung di telingaku bisa sedikit berkurang.

Hal lain yang turut  memicu rasa pusingku adalah saat udara sedang panas, dan terpaan sinar matahari secara langsung mengarah padaku. Aku berusaha menghindari terik matahari. Jika sedang berlibur dengan keluarga, aku lebih baik memilih ke daerah dataran tinggi. Tapi anehnya,  jika aku sedang berada di daerah dataran tinggi, suara di  telingaku semakin jelas kedengaran.   

Semenjak sering mengalami pusing dan mengalami gangguan pada pendengaran, aku memutuskan tidak mengajar lagi. Meski demikian aku tak mau hanya mendekam di rumah saja.  Aku masih sering jalan-jalan bersama keluarga atau teman. Bagiku penyakit yang kuderita  ini bukanlah suatu hambatan.

Tidak sembuh dari dokter THT yang satu,  aku pindah lagi ke dokter THT yang lain. Entah sudah berapa banyak dokter THT yang pernah kudatangi. Namun penyakitku belum reda sama sekali. Anehnya setiap dokter mengatakan, bagian dalam telingaku sesungguhnya bersih tidak ada gangguan sama sekali.  Tapi herannya, kenapa muncul suara-suara berisik itu.    

Lama-kelamaan ada rasa jenuh terus-menerus ke dokter. Apalagi tidak ada hasilnya. Diam-diam aku beralih ke dokter syaraf. Barangkali penyakitku  ini ada hubungannya dengan kondisi syaraf telingaku. Ternyata dugaanku benar. Menurut dokter ada salah satu syaraf pada pendengaranku yang mengalami gangguan. “Untung yang terganggu bukan syarat utama, kalau sampai mengenai syaraf utama, ibu bisa tuli,” kata dokter syaraf ini memberi penjelasan.

Gangguan pada salah satu syaraf inilah yang menjadi sebab pendengaranku kacau dengan suara-suara yang berisik itu. Kata dokter penyembuhannya cukup sulit, dan memakan waktu yang cukup lama. Dokter akhirnya menyarankan supaya aku belajar menyesuaikan diri dengan kondisi pendengaran yang penuh dengan suara berisik. Sayangnya dokter syaraf ini pun tidak berhasil menuntaskan suara berisik pada pendengaranku, walaupun aku telah cukup lama menjadi pasiennya.

PENGLIHATANKU MENGALAMI  GANGGUAN

Saran dokter agar aku bisa menyesuaikan diri dengan kondisi pendengaranku yang selalu berisik itu, ternyata dalam prakteknya tidak mudah.  Terus terang aku merasa terganggu dengan pendengaranku ini.  Setiap orang melihatku tegar, tapi hanya aku yang tahu bagaimana diriku sesungguhnya. Jika sedang sendirian, aku sering menangis. Apalagi ketika itu penglihatanku terasa mulai mengalami gangguan. Jika aku amati, pada waktu aku ke dapur, penglihatanku sering menjadi silau hanya dengan kilauan cahaya yang ditimbulkan oleh nyala api. Akibatnya jari tanganku suka kena pisau jika sedang mengiris bawang atau sayuran. Keadaan yang menyedihkan ini membuat diriku semakin sedih. Aku menangis dikala sedang sendiri.          

Kurasa tidak seorang pun yang mampu  bersabar jika dirinya telah bertahun-tahun menderita penyakit. Begitu pula diriku. Lama-kelamaan aku kesal sendiri. Aku kecewa terhadap sekian dokter yang tidak berhasil menangani penyakitku. Namun aku tak boleh menyerah dan putus asa.  Upaya penyembuhan harus terus aku lanjutkan jika memang aku ingin benar-benar sembuh.  

Kesembuhan yang kuharapkan dalam prosesnya malah justru penyakit yang semakin bertambah. Suatu hari sepulang berolahraga, penglihatanku menjadi gelap begitu kakiku melangkah ke dalam rumah. Namun karena pagi itu suamiku akan berangkat kerja, aku berusaha mengantarnya sampai ke teras. Namun apa yang terjadi?  Begitu mataku menangkap cahaya matahari, seketika penglihatanku kabur. Aku terjatuh. Mata sebelah kiriku seperti tertutup asap putih dan ada semacam titik-titik hitam menyertainya. Untung mata sebelah kanan tidak terlalu parah.

Lagi-lagi aku  harus ke dokter. Kali ini aku lebih fokus ke urusan mata. Aku ke dokter mata yang paling baik di Jakarta. Di sana bola mataku di foto. Cukup lama mataku diperiksa. Sebelum pulang, dokter menyarankan agar sebaiknya aku periksa darah. “Ibu kemungkinan besar kena toxoplasma,” begitu kata dokternya.

Mendengar perkataan toxoplasma aku jadi merinding. Sekitar sebulan lalu aku membaca kisah seorang dokter yang buta gara-gara mengalami toxoplasma. Tubuhku jadi gemetar membayangkan diriku akan senasib dengannya. Akankah aku melihat dunia ini dengan gelap gulita?  Oh... Tuhan jangan biarkan penderitaanku seberat itu. Sembuhkanlah segala penyakitku ya Allah. Tunjukkanlah padaku ke mana aku harus pergi untuk menyembuhkan penyakitku ini. Begitu doaku setiap malam.

INFORMASI DARI TELEVISI

Selama lebih satu bulan aku diharuskan minum obat guna menolong penyembuhan mataku. Selama itu pula,  aku bolak-balik rajin kontrol ke dokter mata. Masalahnya hasil laboratoriumku ternyata memang positif. Virus toxoplasma yang  mengidap di tubuhku telah menyebabkan berbagai penyakit. Sungguh  tak pernah kuduga sebelumnya, toxo mengakibatkan aku menderita  separah ini.

Selama berobat dengan dokter mata,  aku terus-menerus melakukan sholat tahajud. Aku berharap kepada Tuhan agar  kiranya Allah mau menunjukkan kepadaku pengobatan yang dapat menyembuhkan segala penderitaanku ini.   Doaku terkabul. Suatu hari ketika sedang jalan-jalan ke rumah kakak secara kebetulan di televisi sedang menyiarkan acara pengobatan alternatif yang membahas penyakit toxoplasma. Aku langsung duduk di depan teve. Mendengarkan dengan cermat bagaimana cara penanggulangan penyakit yang disebabkan oleh toxoplasma  yang katanya bisa dengan mudah disembuhkan dengan  Aqua Therapy. Aku jadi penasaran. Usai acara, aku langsung menghubungi  pihak televisi yang menyiarkan tentang pengobatan yang baru saja kulihat. Aku ingin tahu di mana rumah Pak Juanda, orang yang baru saja muncul di televisi itu.

Akhirnya aku bertemu juga dengan Pak Juanda. Pria ini ramah sehingga kami mudah menjadi akrab. Kuceritakan rangkaian penderitaanku sejak awal pendengaranku terganggu sampai dengan mataku yang mulai sakit ini.. Tak ketinggalan, kuperlihatkan hasil cek darahku.  “Ya sudah, sekarang Ibu minum Aquatreat Therapy, sambil berdoa semoga Allah memberi kesembuhan,” ujar Pak Juanda.

Luar biasa, hanya dalam waktu satu minggu berbagai keluhanku mulai berkurang. Asap yang menutupi mata sebelah kiriku berangsur menipis. Dan setelah aku minum Aquatreat Therapy selama tiga bulan berturut-turut, penglihatanku sudah  jauh membaik. Titik-titik hitamnya lama-kelamaan menjadi kecil kemudian hilang sama sekali.

Namun untuk meyakinkan apakah virus yang kuderita sudah berkurang, Pak Juanda menganjurkan kepadaku untuk melakukan pemeriksaan darah lagi di laboratorium. Ternyata virus toxo yang mengidap di tubuhku selama ini sudah  terkikis. Tidak heran kalau segala penyakit yang selama ini kurasakan otomatis juga berkurang drastis. Aku bahagia sekali dapat sembuh dari penyakit yang menyiksa selama ini.   

Setelah aku sembuh, Pak Juanda sesekali mengajakku memberikan kesaksian di hadapan pasien-pasiennya. Bagiku tidak masalah, sejauh aku bisa dan mampu untuk memotivasi semangat mereka dalam memerangi penyakitnya. Jika Tuhan tidak mempertemukan aku dengan Pak Juanda mungkin saja sampai sekarang aku masih diliputi berbagai penyakit. Begitulah jika Tuhan memperkenankan doa hambaNya, dengan mudah Dia akan memberikan jalan. Selama manusia  yakin akan kebesaran dan kekuasaan Allah, doanya pasti akan dikabulkan Allah.  Terima kasih Pak Juanda. Hanya Allah yang dapat membalas segalanya.


   
Kirim ke teman
Artikel yang berhubungan

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  Mathguard security question:
 O          A        
G5     6    Y U   2YH
 M    YMT   9AM      
 Y     E      3   TPU
WYJ           N      
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >