Beranda arrow Kesaksian arrow ...Bayiku digerogoti TORCH
Newsflash
JADWAL PRAKTIK
AQUATREAT 2012
 
 
Read more...
 
Menu Utama
Beranda
INFO Torch
News
Kesaksian
Jadwal Praktik
Kontak Kami
Menu Religi
Buletin Tarbiyah
Dakwah
Komentar Terbaru
Epilepsi, Bagaimana Jalan...
Operasi
Adik saya usia 5 tahun pernah jatuh...
30/01/12 03:49 Selengkapnya...
Oleh: Ephron

Jadwal Praktik 2012
lahir tanpa tempurung kepala
ass.. nanya pak, ada nggak hubungannya...
27/01/12 22:22 Selengkapnya...
Oleh: anggraini marsyal

Jadwal Praktik 2012
telah ada di Semarang
Terima kasih telah membuka praktek di...
23/01/12 21:47 Selengkapnya...
Oleh: Heri Stiyawan

9 Tahun Menanti Buah Hati
pertanyaan tentang epilepsi
Assalmualikum Ir.H.A. Juanda saya...
23/01/12 01:21 Selengkapnya...
Oleh: Ahmad Hanif

Dokter Memvonis Aku,...Tak...
semangat buat ibu
Allahuakbar..... ibu sungguh tegar...
18/11/11 22:28 Selengkapnya...
Oleh: arisna_kalimantan

Jadwal Terbaru
No events
...Bayiku digerogoti TORCH PDF Print E-mail
Monday, 10 March 2008
 

Ifa Faulina

TAK AKAN KUBIARKAN BAYIKU DIGEROGOTI TORCH

Impian memperoleh bayi yang sehat dan lucu ternyata hanya menjadi impian fana bagi Ifa Faulina, Belum lagi terasa suatu kehidupan di dalam rahimnya, tiba tiba semua terenggut dari impiannya.  Tidak hanya sekali, nestapa dan duka cita harus dilaluinya dengan ketabahan dan ketakwaan.

Tawa ceria dan kebahagiaan mewarnai hari-hari cerah kehamilanku. Usai pernikahan di bulan Maret tahun 2000, aku mulai hamil pada bulan Juni di tahun yang sama. Dengan penuh cinta dan  perhatian aku mulai mengunjungi dokter kandungan, berkonsultasi dan mengetahui lebih jauh tentang keajaiban hidup janin di dalam rahimku. Setelah memilih beberapa dokter, akhirnya aku berkonsultasi pada dokter Husein di kawasan Paledang, Bogor, tak jauh dari rumah tinggalku. Bulan pertama ke bulan kedua, semua baik-baik saja. 

Namun pada bulan ketiga, dokter menaruh kecurigaan pada kandunganku. Kata dokter, detak jantung bayiku melemah, ada keraguan yang kutangkap pada wajah dokter, namun aku tak tahu pasti hal yang mencemaskannya. Dokter hanya memberi semangat bahwa  kandunganku cukup baik.

Memasuki bulan keempat baru kusadari kecemasan yang disembunyikan di balik wajah dokter bulan lalu. Aku mengalami flek-flek, lalu setelah USG diketahui, pertumbuhan janinku sangat lemah.  Dokter memberi batas waktu tunggu dua minggu lagi, berharap ada mukjizat, sehingga janinku dapat selamat. Namun yang terjadi, pendarahanku terus menerus setiap hari meski dokter memberi obat penguat. Yang kurasakan dari hari kehari, kondisiku semakin buruk.  

Berhari-hari sudah kuminum obat-obatan penguat rahim, namun tetap saja flek-flek yang tidak kuharapkan terjadi.  Akhirnya, bulan September aku harus masuk ke ruang operasi RS Salak untuk dikuret. Saat di rumah sakit aku sempat ditangani oleh bidan lebih dahulu. Ia memberiku obat perangsang agar mules sehingga janin dapat mudah dikeluarkan. Tak tahan rasanya menahan rasa mules saat ditangani bidan yang mengobok-obok perutku untuk mengeluarkan ari-ari.

Selama satu jam, aku sempat dibius, lalu muntah-muntah sampai rasa kantuk tak dapat kutahan lagi. Namun aku tidak boleh tertidur. Seorang  dokter, dengan bidan dan  5 perawat menolongku di ruang operasi. Janin yang sudah berbentuk benda kecil memiliki titik mata dan pasti sudah dihembuskan nyawa oleh Allah, tampak terkulai mati. Kesedihan tak dapat kusembunyikan. Aku hanya menangis seraya memohon kesabaran dari Allah.  

Dr. Lukman yang menolongku memberi nasehat agar beberapa bulan ke depan aku istirahat dengan baik dan tidak hamil sebelum kondisiku betul-betul sehat.

GUGUR UNTUK KEDUA KALI

Setelah kosong enam bulan, aku mulai hamil lagi di awal tahun 2001. Kehamilan kedunia ini, kusambut dengan rasa syukur kehadirat Allah. Kumuarakan  harapan indahku untuk memperoleh bayi yang sehat di hari kelahiran kelak.  Namun yang terjadi ternyata lebih parah.

Baru satu bulan positif, memasuki bulan kedua, kembali flek-flek terjadi. Sejenak aku diliputi kecemasan, takut dokter tak mampu menyelamatkan janin yang mulai hidup di rahimku. Ya Allah, berikan keselamatan untuk calon bayi dalam rahimku ini, begitulah doa yang kuucapkan  dalam setiap sujudku.

Pada pemeriksaan selanjutnya, ternyata dokter menyatakan tanda-tanda kehamilanku telah sirna. Pada gambar di USG, yang tampak hanya kantung janin.  Flek-flek yang menyerupai menstruasi makin banyak saja.  Akhirnya dokter memberiku sejumlah obat-obatan, kalau janinku masih bisa diselamatkan, dia akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Namun kalau sebaliknya, otomatis ia akan gugur dengan sendirinya. Realita yang terjadi, adalah janinku tidak mampu bertahan dan kembali harus kuterima takdir Allah. Tuhan mungkin belum mempercayai amanat-Nya menitipkan seorang bayi padaku.  

BEKERJA DI KLINIK PAK JUANDA

Pada periode kehamilan kedua, sebenarnya aku sudah bekerja pada Pak Juanda.  Seorang ahli Toxo yang berkiprah pada pengobatan TORCH.  Suamiku yang bekerja sekantor dengan Pak Juanda, di dinas peternakan, diminta Pak Juanda untuk membantu di bagian administrasi. Pasien ibu-ibu yang sulit hamil, gagal hamil, lahir dengan kondisi bayi cacat, dan bermasalah, menjadi keseharian yang harus dihadapi suamiku di meja pendaftaran. Banyak keluhan kewanitaan yang dibawa pasien, sehingga suamiku mulai merasa canggung, lalu iseng-iseng menawarkan kepadaku, apakah aku mau menggantikan tugasnya di klinik Pak Juanda? Kebetulan saat itu aku tengah menganggur setelah berhenti kerja karena menikah.  Waktu itu pula, suamiku sudah menyarankan “Sekalian berobat saja Bu”, usulnya.

Setelah mengungkapkan maksudnya kepada Pak Juanda, prinsipnya  beliau setuju, aku menggantikan tugasnya di meja pendaftaran pasien. Seiring dengan tugasku di klinik Pak Juanda, aku tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku minum ramuan Pak Juanda.  

Sayangnya, saat itu mungkin toxoku tengah tinggi, sehingga janin di rahimku  tak terselamatkan. Aku harus dikuret lagi.

Atas saran Pak Juanda, aku menjalani tes darah. Saat itulah diketahui, toxoku mencapai angka 125, sementara rubella dan CMV negatif. Sejak itu aku mulai mengonsumsi Aquatreat Therapy, ramuan dari alam olahan Pak Juanda. Allhamdulillah, setelah kosong beberapa bulan, dokter menyatakan aku positif hamil.  

Seperti saat lalu, aku berharap kandunganku sehat dan peristiwa diawal kehamilan dulu tidak terulang lagi.  Trauma dan kecemasan tak urung meliputi diriku, namun aku harus yakin bahwa dengan pengobatan Pak Juanda, bayiku dapat selamat sampai kelahirannya kelak.

Pada masa kehamilan ini, Pak Juanda menyarankan aku minum Aquatreat Therapy setiap pagi dalam kondisi perut kosong.  Yang kuherankan, sudah dua kali keguguran, mengapa dokter tidak menyarankan agar aku periksa toxo. Saat kehamilan ketiga ini pun aku merahasiakan pada dokter, kalau aku pernah menderita TORCH yang berakibat pada dua kali keguguran.  

Memasuki bulan keempat, suatu yang tidak kuinginkan kembali terjadi. Flek mulai menghantuiku lagi. Dua hari berturut turut kecemasan menggelisahkan tidurku. Haruskah keguguran ketiga kualami?

Melalui pemeriksaan dokter, dipastikan kandunganku aman. Selama tiga bulan dalam masa ngidam aku terkapar mabuk, tidak bisa melihat matahari, tidak bisa makan apa-apa, karena sesuatu yang dimakan pasti akan  dimuntahkan kembali. Pekerjaan pun terabaikan, lebih banyak bolos daripada masuk klinik.

Tepat sembilan bulan usia kandungan, aku melahirkan di Bogor, tanggal 30 Mei 2002. Aku menitikkan air mata, mensyukuri kebesaran Allah. Hari-hari panjang dalam penantian menjadi ibu, meninggalkan hikmah yang dalam pada jiwaku. Aku lebih merasakan cinta kasih Allah.  Doa dan harapan hamba-Nya selalu akan dikabulkan.

MERASA SENASIB DENGAN PASIEN

Di balik meja pendaftaran pasien Pak Juanda, kini aku merasakan nikmat bekerja di jalan Allah. Aku ikut merasakan jeritan hati pasien yang sulit hamil, gagal hamil, atau melahirkan anak cacat karena virus TORCH.

Sudah bertahun-tahun, aku mendengar cerita ibu-ibu muda, pengalaman mereka hampir sama dengan pengalamanku, keluhan mereka serupa denganku, penderitaan yang mereka rasakan juga mirip dengan penderitaanku.  

Masih kuingat hari-hari pengobatan, saat harus minum Aquatreat Therapy setiap  hari. Tidak hanya sekedar minum obat, tetapi Pak Juanda selalu mengingatkan agar selalu diiringi dengan sholat hajat, dan tahajud, sujud pasrah pada Allah dan memuji-Nya dengan dzikir, minta ampunan pada Allah dan sholat taubat. Semua kulakukan dengan niat lillahita’ala, seraya mengharap keridhoan Allah.  

Alhamdulillah, .. rangkaian pengalaman yang kumiliki menjadi kamus terbaik untuk menjawab setiap pertanyaan awal pasien pasien yang datang. Biasanya setiap pasien yang datang mendaftarkan diri untuk konsultasi dengan Pak Juanda. Mereka selalu bertanya-tanya lebih dahulu tentang proses pengobatan yang dilakukan Pak Juanda.  Aku dan teman-temanku dapat menjawabnya.  Mereka juga diberi informasi melalui buku dan tayangan VCD diruang tunggu konsultasi. Pak Juanda memberikan penerangan tentang TORCH yang dapat menjadi pengetahuan awal pasien.  Setelah itu para pasien masuk ke dalam ruangan besar untuk mendengarkan langsung penjelasan Pak Juanda yang dipadukan dengan dialog interaktif. Setiap pasien yang ingin mengetahui lebih jauh tentang TORCH dapat memahami dengan jelas dan tuntas.  

Aku menikmati pekerjaanku di klinik Pak Juanda, semoga pilihanku menjadi langkah yang diridhoi Allah.


   
Kirim ke teman
Artikel yang berhubungan

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  Mathguard security question:
5CB         C2G      
  8    L    P     LBX
  I   KYW   PBE      
  F    2      T   FHN
  8         L73      
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >