|
JAUHKAN IBU HAMIL DARI KUCING Dalam kaitan dengan penyakit, kucing terkenal sebagai penyebar utama penyakit toxoplasmosis yang disebabkan Toxoplasmosis gondii, sejenis parasit protozoa. Kucing memang merupakan induk semang sejati parasit toxoplasma. Siklus hidup seksual parasit toxoplasma berlangsung di dalam usus kucing dan berakhir dengan terbentuknya ooista (bulatan kista besar berisi dua kista yang jika pecah akan mengeluarkan parasit aktif). OOkista ini kemudian tersebar melalui tinja kucing. Seekor kucing dapat mengeluarkan ± 10 juta ookista sehari selama dua minggu dalam tinjanya. Wanita hamil yang terkontaminasi parasit ini, bisa mengalami keguguran, bayi lahir cacat, premature, atau bahkan meninggal. Macam-macam cacat akibat infeksi toxoplasmosis di antaranya hidrosefalus (kepala besar akibat penyumbatan saluran cairan otak), retinokoroditis (radang pada lapisan koroid dan retina mata), klasifikasi intrakranial (pengapuran jaringan otak), dan jika kalanya hanya ditemukan sikatriks (parut) pada retina yang menunjukkan adanya infeksi aktif tanpa banyak kerusakan selama dalam kandungan, namun dapat kambuh pada masa kanak-kanak, remaja atau dewasa. Pada bayi lahir premature, gejala klinis biasanya lebih berat daripada bayi lahir cukup bulan, diantaranya di sertai kelainan susunan saraf pusat dan lesi mata.
Sepanjang tidak terjadi gangguan system kekebalan tubuh, sang ibu tidak merasakan gejala apa pun. Kalaupun sakit, kemungkinan hanyalah berupa pembesaran kelenjar getah bening, biasanya pada leher bagian belakang, serta sedikit demam. Tanpa dirasa tahu-tahu si janin terinfeksi parasit lewat plasenta.Yang tak kalah ngerinya bila toksoplasmosis menjangkiti penderita imunodefisiensi (penurunan kekebalan tubuh), misalnya penderita AIDS. Akibat yang ditimbulkan bisa fatal karena parasit akan menyebar ke banyak organ tubuh. Penderita AIDS yang terkena toksoplasmosis meninggal dengan ensefalitis toksoplasmosis ( radang otak karena toksoplasma ). Sebaliknya, bahaya tidak muncul bila infeksi terjadi pada wanita yang tidak dalam keadaan hamil. Infeksi justru membuat sang ibu kebal dan bila hamil nanti janinnya akan aman-aman saja. Begitu pula bila infeksi terjadi setelah seorang ibu melahirkan. Namun, untuk amannya, seorang ibu sebaiknya diperiksa untuk mendeteksi ada atau tidaknya penyakit ini sebelum hamil. Hasil negative berarti wanita itu belum memiliki anti bodi. Pada saat hamil Dia bisa terinfeksi dan karena itu perlu pemeriksaan, setidaknya sekali setiap trismester kehamilan. Bila ternyata positif, biasanya dokter memberi obat Spiramycin 2-3 gr per hari. Penderita disarankan makan makanan sehat ditambah vitamin seperlunya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk pencegahan, sebaiknya hindari kontaminasi dengan tinja kucing. Umpamanya, dengan mencuci tangan sesudah memegang kucing. Tempat kotoran atau bekas kotoran kucing sebaiknya dibakar atau diberi zat antiseptic. Kucing peliharaan dicegah berburu tikus atau binatang liar lainnya, karena bisa saja dalam daging buruannya mengandung kista toksoplasma. Daging ternak sebaiknya dimasak sampai matang, sebab bisa saja ternak itu terinfeksi toksoplasmosis dari pakannya yang terkontaminasi toksoplasma. Hati- hati pula terhadap lalapan mentah yang tidak di cuci bersih. Karena siapa tahu lalapan itu sudah terkontaminasi parasit toksoplasma ( dr. Stephanus Kurniadi Budijanto ). |