Beranda arrow INFO Torch arrow Keguguran Berdampak Pada Pria
Newsflash
JADWAL PRAKTIK
AQUATREAT 2012
 
 
Read more...
 
Menu Utama
Beranda
INFO Torch
News
Kesaksian
Jadwal Praktik
Kontak Kami
Menu Religi
Buletin Tarbiyah
Dakwah
Komentar Terbaru
Epilepsi, Bagaimana Jalan...
Operasi
Adik saya usia 5 tahun pernah jatuh...
30/01/12 03:49 Selengkapnya...
Oleh: Ephron

Jadwal Praktik 2012
lahir tanpa tempurung kepala
ass.. nanya pak, ada nggak hubungannya...
27/01/12 22:22 Selengkapnya...
Oleh: anggraini marsyal

Jadwal Praktik 2012
telah ada di Semarang
Terima kasih telah membuka praktek di...
23/01/12 21:47 Selengkapnya...
Oleh: Heri Stiyawan

9 Tahun Menanti Buah Hati
pertanyaan tentang epilepsi
Assalmualikum Ir.H.A. Juanda saya...
23/01/12 01:21 Selengkapnya...
Oleh: Ahmad Hanif

Dokter Memvonis Aku,...Tak...
semangat buat ibu
Allahuakbar..... ibu sungguh tegar...
18/11/11 22:28 Selengkapnya...
Oleh: arisna_kalimantan

Jadwal Terbaru
No events

Keguguran Berdampak Pada Pria PDF Print E-mail
Tuesday, 07 September 2010
 

Sample ImageKeguguran Juga Berdampak Pada Pria

Jakarta, Siapa bilang keguguran yang dialami perempuan tidak mempengaruhi laki-laki? Sebuah penelitian terbaru menunjukkan banyak pria yang menderita secara emosional ketika pasangannya mengalami keguguran.


Pria juga memiliki perasaan kehilangan, kesedihan dan tak berdaya jika istrinya harus mengalami keguguran. Namun belum dapat dipastikan seberapa parah penderitaan ini atau berapa lama perasaan itu muncul.

Untuk melakukan studi ini, Dr Grace Kong dan rekan dari Prince of Wales Hospital di Hong Kong selama setahun menganalisa 83 pasangan yang mengalami keguguran.

Peneliti menggunakan dua tes dalam mengukur tingkat tekanan psikologis pada pria dan perempuan, yaitu 12 butir General Health Questionnaire (GHQ-12) dan Beck Depression Inventory (BDI).

Setelah keguguran terjadi, peneliti menemukan lebih dari 40 persen laki-laki menderita tekanan psikologis yang signifikan dengan menggunakan tes ukur GHQ-12.

Namun setelah tiga bulan hanya 7 persen laki-laki yang masih mengalami stres, dan setelah 1 tahun hanya 5 persen laki-laki yang masih memiliki tekanan psikologis.

Sedangkan bagi perempuan sekitar 52 persen yang mengalami tekanan psikologis setelah mengalami keguguran, setelah 3 bulan masih ada lebih dari 20 persen yang mengalami tekanan psikologis.

Namun setelah 6 bulan hanya terdapat sekitar 14 persen dan setelah setahun terdapat 8 persen yang masih mengalami tekanan psikologis.

Jika menggunakan BDI, setelah keguguran sekitar 26 persen mengalami tingkat depresi yang tinggi dan kaum laki-lakinya sekitar 17 persen. Setelah satu tahun tersisa 10 persen kaum perempuan dan 7 persen laki-laki yang masih memiliki gejala depresi.

Dikutip dari Reuters, Senin (26/7/2010) satu-satunya faktor yang mempengaruhi seseorang merasa sangat tertekan jika mengalami keguguran adalah karena kehamilan tersebut sudah direncanakan. Sehingga menjadi faktor risiko yang signifikan untuk tingkat depresi yang tinggi setelah mengalami keguguran.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Obstetrics Journal BJOG menunjukkan bahwa dampak psikologis dari keguguran juga bisa terjadi pada kaum laki-laki.

Namun laki-laki masih memungkinkan untuk lebih bersikap optimis tentang keberhasilan kehamilan di masa mendatang dibandingkan perempuan (Vera Farah Bararah - detikHealth).

Sumber: http://health.detik.com


   
Kirim ke teman
Artikel yang berhubungan

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  Mathguard security question:
C3Y         WGF      
B M    A    B P   42K
X Q   RKM   N N      
2 U    T    X D   TBJ
327         3TR      
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >