Beranda arrow INFO Torch arrow ASI Pacu Kecerdasan Anak
Newsflash
JADWAL PRAKTIK
AQUATREAT 2012
 
 
Read more...
 
Menu Utama
Beranda
INFO Torch
News
Kesaksian
Jadwal Praktik
Kontak Kami
Menu Religi
Buletin Tarbiyah
Dakwah
Komentar Terbaru
Epilepsi, Bagaimana Jalan...
Operasi
Adik saya usia 5 tahun pernah jatuh...
30/01/12 03:49 Selengkapnya...
Oleh: Ephron

Jadwal Praktik 2012
lahir tanpa tempurung kepala
ass.. nanya pak, ada nggak hubungannya...
27/01/12 22:22 Selengkapnya...
Oleh: anggraini marsyal

Jadwal Praktik 2012
telah ada di Semarang
Terima kasih telah membuka praktek di...
23/01/12 21:47 Selengkapnya...
Oleh: Heri Stiyawan

9 Tahun Menanti Buah Hati
pertanyaan tentang epilepsi
Assalmualikum Ir.H.A. Juanda saya...
23/01/12 01:21 Selengkapnya...
Oleh: Ahmad Hanif

Dokter Memvonis Aku,...Tak...
semangat buat ibu
Allahuakbar..... ibu sungguh tegar...
18/11/11 22:28 Selengkapnya...
Oleh: arisna_kalimantan

Jadwal Terbaru
No events

ASI Pacu Kecerdasan Anak PDF Print E-mail
Thursday, 22 July 2010
 

ASI Pacu Kecerdasan Anak

Sample Image

KOMPAS.com - Pemenuhan nutrisi yang cukup merupakan syarat utama dalam tumbuh kembang anak, termasuk perkembangan otaknya. Kekurangan gizi akan menurunkan mutu otak seorang manusia. Oleh sebab itu, bayi butuh makanan yang baik kualitasnya maupun kuantitasnya.

Komponen utama pembentuk otak adalah lemak dan bahan baku untuk membentuk sel-sel saraf baru di dalam otak adalah protein. Air susu ibu (ASI) sebagai makanan utama bayi kaya akan asam lemak rantai panjang tak jenuh ganda yang berpengaruh penting dalam otak dan kecerdasan. Tak heran bila bayi yang mendapat ASI lebih cerdas.

Dalam studi yang dilakukan para peneliti dari Universitas Colorado, AS terhadap 126 kakak beradik dari 59 keluarga diketahui anak yang mendapat ASI cenderung memiliki nilai akademis lebih baik dibanding yang tidak mendapat ASI.

"Anak yang semasa kecilnya mendapat ASI cenderung lebih cerdas dan lebih sehat, sehingga nilai akademis mereka di sekolah lebih baik," kata peneliti, Daniel Rees, Ph.D.

Penelitian ini merupakan yang pertama yang menggunakan data dengan responden kakak beradik dengan mengesampingkan faktor lain, seperti sosial ekonomi, lingkungan keluarga, dan intelektual orangtua.

Sumber: http://kesehatan.kompas.com


   
Kirim ke teman
Artikel yang berhubungan

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  Mathguard security question:
BTX         8J7      
C P    R      I   93O
NF9   P6P     H      
  R    O      Q   XMI
M57           L      
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >