Beranda arrow INFO Torch arrow Bahaya Lalapan Mentah
Newsflash
JADWAL PRAKTIK
AQUATREAT 2012
 
 
Read more...
 
Menu Utama
Beranda
INFO Torch
News
Kesaksian
Jadwal Praktik
Kontak Kami
Menu Religi
Buletin Tarbiyah
Dakwah
Komentar Terbaru
Epilepsi, Bagaimana Jalan...
Operasi
Adik saya usia 5 tahun pernah jatuh...
30/01/12 03:49 Selengkapnya...
Oleh: Ephron

Jadwal Praktik 2012
lahir tanpa tempurung kepala
ass.. nanya pak, ada nggak hubungannya...
27/01/12 22:22 Selengkapnya...
Oleh: anggraini marsyal

Jadwal Praktik 2012
telah ada di Semarang
Terima kasih telah membuka praktek di...
23/01/12 21:47 Selengkapnya...
Oleh: Heri Stiyawan

9 Tahun Menanti Buah Hati
pertanyaan tentang epilepsi
Assalmualikum Ir.H.A. Juanda saya...
23/01/12 01:21 Selengkapnya...
Oleh: Ahmad Hanif

Dokter Memvonis Aku,...Tak...
semangat buat ibu
Allahuakbar..... ibu sungguh tegar...
18/11/11 22:28 Selengkapnya...
Oleh: arisna_kalimantan

Jadwal Terbaru
No events

Bahaya Lalapan Mentah PDF Print E-mail
Tuesday, 29 June 2010
 

Bahaya Lalapan Mentah

Sample Image

KOMPAS.com - Ditinjau dari gizinya, lalapan mentah memang mengandung unsur gizi lebih banyak dibanding lalapan matang. Namun, dari segi keamanannya, lalapan mentah beresiko terkontaminasi pestisida atau bakteri berbahaya.

Menurut Prof.Dr.Ir. Made Astawan, ahli teknologi pangan dan gizi dari IPB dalam bukunya Kandungan Gizi Aneka Bahan Makanan, residu pestisida seringkali masih tertinggal pada sayuran sampai beberapa hari setelah penyemprotan, terutama pada masa kemarau karena itu seharusnya petani tidak memanen sayuran sehabis disemprot pestisida.

Proses pencucian sayur yang tidak sempurna juga perlu diwaspadai. Pasalnya beberapa zat kimia dalam pestisida ada yang tidak bisa hilang meski dicuci. Oleh karena itu, cuci sayur dan buah dalam air mengalir. Khusus untuk lalapan mentah, untuk lebih amannya cuci lalapan dengan air matang agar terhindar dari bakteri penyebab infeksi.

Selain pestisida, waspadai pula kontaminasi bakteri berbahaya, terutama sayuran yang menjalar di permukaan tanah atau ketinggiaannya dekat dengan tanah. Untuk meningkatkan kesuburan tanah, para petani seringkali menggunakan pupuk organik berupa humus atau kotoran ternak (bahkan kotoran manusia).

Contoh bakteri patogen yang berasal dari tinja adalah Eschericia coli yang dapat menimbulkan diare, Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi penyebab demam tifus. Salmonella juga dapat menyebabkan gangguan perut, dengan gejala diare, sakit kepala, muntah-muntah, dan demam.

Beberapa jenis bahan pangan mengandung senyawa beracun alami, misalnya saponin pada kedelai, kacang tanah, bayam, dan asparagus, goitrogen (kol dan lobak), asam sianida (daun singkong), solanin (kentang), dan lain-lain. Senyawa beracun tersebut hanya dapat dihilangkan melalui proses pencucian dan pemasakan dengan suhu yang tepat.

Meski sejauh ini belum dilaporkan adanya kasus orang yang keracunan atau meninggal gara-gara mengonsumsi lalapan mentah, tapi tak ada salahnya kita lebih memerhatikan keamanan pangan yang dikonsumsi. Bila Anda termasuk pecinta lalapan, mungkin Anda bisa mulai menanam tanaman yang biasa dipakai untuk lalapan di halaman rumah atau dalam pot. Dengan demikian, kita tahu persis sayuran tersebut bebas dari pestisida dan kontaminasi bakteri atau tinja manusia.

Sumber: http://kesehatan.kompas.com


   
Kirim ke teman
Artikel yang berhubungan

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  Mathguard security question:
Q           UA7      
G 8    1    D M   BAA
8JU   KR2   CYB      
  M    1    F C   JOD
  E         CNF      
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >