Beranda arrow INFO Torch arrow 10 % Pasangan Alami Infertilitas
Newsflash
JADWAL PRAKTIK
AQUATREAT 2012
 
 
Read more...
 
Menu Utama
Beranda
INFO Torch
News
Kesaksian
Jadwal Praktik
Kontak Kami
Menu Religi
Buletin Tarbiyah
Dakwah
Komentar Terbaru
Epilepsi, Bagaimana Jalan...
Operasi
Adik saya usia 5 tahun pernah jatuh...
30/01/12 03:49 Selengkapnya...
Oleh: Ephron

Jadwal Praktik 2012
lahir tanpa tempurung kepala
ass.. nanya pak, ada nggak hubungannya...
27/01/12 22:22 Selengkapnya...
Oleh: anggraini marsyal

Jadwal Praktik 2012
telah ada di Semarang
Terima kasih telah membuka praktek di...
23/01/12 21:47 Selengkapnya...
Oleh: Heri Stiyawan

9 Tahun Menanti Buah Hati
pertanyaan tentang epilepsi
Assalmualikum Ir.H.A. Juanda saya...
23/01/12 01:21 Selengkapnya...
Oleh: Ahmad Hanif

Dokter Memvonis Aku,...Tak...
semangat buat ibu
Allahuakbar..... ibu sungguh tegar...
18/11/11 22:28 Selengkapnya...
Oleh: arisna_kalimantan

Jadwal Terbaru
No events

10 % Pasangan Alami Infertilitas PDF Print E-mail
Friday, 04 June 2010
 

10 % Pasangan Alami Infertilitas

Sample ImageJAKARTA, KOMPAS.com — Sekitar satu dari 10 pasangan suami istri usia subur tidak bisa memperoleh keturunan. Hingga akhir tahun 2009 tercatat sekitar 1,5 atau 2 juta pasangan mengalami masalah gangguan kesuburan atau infertilitas dari total pasangan subur di Indonesia yang mencapai 15 juta.

Hal ini diungkapkan dr Budi Wiweko, SpOG, dokter spesialis kandungan Klinik Yasmin Kencana Rumah Sakit cipto Mangunkusumo (RSCM), di sela-sela seminar "Penanganan Gangguan Kesuburan pada Pasutri" di RSCM, Jakarta, Minggu (25/4/2010).

"Berdasarkan sensus penduduk di Indonesia, diperoleh angka ketidaksuburan suami istri yang berkisar 12-25 persen, jadi 1 dari 10 pasangan suami istri usia subur tidak bisa memperoleh keturunan," papar dr Budi.

Meski demikian, kata dr Budi, bagi pasangan suami istri yang mengalami infertilitas tidak perlu khawatir. Salah satu solusi untuk mendapatkan kehamilan pada pasangan infertil dapat dilakukan dengan bayi tabung. Program ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. "Di seluruh dunia, tingkat keberhasilan program bayi tabung berkisar 30 hingga 35 persen," kata dr Budi.

Dia menjelaskan, program ini dilakukan dengan cara mempertemukan sperma dan sel telur di luar tubuh manusia. Kemudian setelah terjadi pembuahan, sejumlah dua atau tiga embrio akan ditanam kembali ke rahim si calon ibu. Secara proses, bayi tabung terdiri atas delapan tahap, yakni pemeriksaan USG, hormon, saluran telur dan sperma, penyuntikan obat penekan hormon, penyuntikan obat untuk membesarkan sel telur, pengambilan sel telur, pembuahan, pengembangan embrio, penanaman embrio dan selanjutnya menunggu hasil. Total jenderal, dibutuhkan waktu antara empat hingga enam minggu untuk mengikuti program bayi tabung ini.

"Waktu yang dibutuhkan untuk mengikuti program bayi tabung antara empat dan enam minggu," ujarnya. Program ini bisa diikuti bagi pasangan suami istri yang tidak dapat memiliki keturunan karena beberapa sebab, yakni infertilitas yang disebabkan oleh faktor sperma yang tidak dapat dikoreksi.

Selain itu, infertilitas yang disebabkan oleh sumbatan pada kedua saluran telur dan infertilitas disebabkan oleh kista coklat (endometriosis) derajat sedang dan berat. Faktor lainnya, infertilitas disebabkan oleh gangguan pematangan sel telur yang tidak dapat dikoreksi dan yang disebabkan oleh faktor yang tidak dapat dijelaskan.

Sumber: http://kesehatan.kompas.com

   
Kirim ke teman
Artikel yang berhubungan

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  Mathguard security question:
FDN         B        
4      U    A Q   HNA
STW   FPC   L5D      
  A    G      O   8B5
BC5           S      
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >