Beranda arrow INFO Torch arrow Perdarahan: Kerap Sebabkan Kematian Ibu
Newsflash
JADWAL PRAKTIK
AQUATREAT 2012
 
 
Read more...
 
Menu Utama
Beranda
INFO Torch
News
Kesaksian
Jadwal Praktik
Kontak Kami
Menu Religi
Buletin Tarbiyah
Dakwah
Komentar Terbaru
Epilepsi, Bagaimana Jalan...
Operasi
Adik saya usia 5 tahun pernah jatuh...
30/01/12 03:49 Selengkapnya...
Oleh: Ephron

Jadwal Praktik 2012
lahir tanpa tempurung kepala
ass.. nanya pak, ada nggak hubungannya...
27/01/12 22:22 Selengkapnya...
Oleh: anggraini marsyal

Jadwal Praktik 2012
telah ada di Semarang
Terima kasih telah membuka praktek di...
23/01/12 21:47 Selengkapnya...
Oleh: Heri Stiyawan

9 Tahun Menanti Buah Hati
pertanyaan tentang epilepsi
Assalmualikum Ir.H.A. Juanda saya...
23/01/12 01:21 Selengkapnya...
Oleh: Ahmad Hanif

Dokter Memvonis Aku,...Tak...
semangat buat ibu
Allahuakbar..... ibu sungguh tegar...
18/11/11 22:28 Selengkapnya...
Oleh: arisna_kalimantan

Jadwal Terbaru
No events

Perdarahan: Kerap Sebabkan Kematian Ibu PDF Print E-mail
Tuesday, 25 May 2010
 

Perdarahan: Kerap Sebabkan Kematian Ibu

 

Sample Image
SEMARANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Dr. Hartanto mengatakan, persentase terbesar penyumbang angka kematian ibu disebabkan oleh perdarahan saat melahirkan.
    
"Jumlah kematian ibu yang disebabkan oleh faktor perdarahan mencapai 28 persen, sementara disebabkan oleh faktor lain-lain sebesar 22 persen," ujarnya ketika mengikuti Rapat Koordinasi Daerah Program KB Nasional Provinsi Jateng di Gedung Gradhika Semarang, Kamis.

Faktor lain yang menyebabkan kematian ibu, yakni eklampsia dengan tanda-tanda pada wanita yang terkena eklampsia biasanya sering mengalami kejang kejang.

"Faktor ketiga ini menyumbangkan angka kematian ibu hingga 13 persen," ujarnya.

Eklampsia juga dapat menyebabkan koma atau bahkan kematian baik sebelum, saat atau setelah melahirkan.

Selain itu, faktor keracunan darah (sepsis) juga menyumbangkan kematian ibu sebesar 10 persen, sedangkan aborsi sebesar 11 persen, dan partus (persalinan) macet sebesar 9 persen.

"Kehamilan yang tidak diinginkan juga menyumbangkan angka tujuh persen," ujarnya.

Selain faktor utama yang masih sering terjadi, kematian ibu juga disebabkan oleh sejumlah faktor tak langsung, seperti kondisi sosial ekonomi, pendidikan, sosial budaya, dan transportasi, serta kedudukan dan peranan wanita.

Ia menyarankan, ibu hamil meningkatkan pengetahuan seputar kehamilan, mengingat terlambat mengenal tanda bahaya dan mengambil keputusan berpotensi menimbulkan kematian.

Sementara upaya untuk menurunkan angka kematian ibu, Dinkes akan meningkatkan akses dan cakupan yankes ibu dan bayi baru lahir.

"Kami juga akan membangun kemitraan strategis dengan semua pemangku kepentingan dan melakukan pemberdayaan terhadap perempuan," ujarnya.

Di samping itu, pihaknya juga akan mencoba meningkatkan pemberdayaan keluarga dengan mendorong partisipasi dan keterlibatan masyarakat dalam menjamin penyediaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

Upaya pencegahan juga dilakukan dengan meningkatkan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih sehingga menjamin keselamatan ibu hamil dalam persalinan.

Sumber: http://kesehatan.kompas.com


   
Kirim ke teman
Artikel yang berhubungan

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  Mathguard security question:
ES1         SS3      
  A    M      1   6Q6
N7K   RMF     T      
2      H      H   DOE
88T           N      
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >