Beranda arrow INFO Torch arrow Nenek 70 Tahun Lahirkan Bayi Kembar
Newsflash
JADWAL PRAKTIK
AQUATREAT 2012
 
 
Read more...
 
Menu Utama
Beranda
INFO Torch
News
Kesaksian
Jadwal Praktik
Kontak Kami
Menu Religi
Buletin Tarbiyah
Dakwah
Komentar Terbaru
Epilepsi, Bagaimana Jalan...
Operasi
Adik saya usia 5 tahun pernah jatuh...
30/01/12 03:49 Selengkapnya...
Oleh: Ephron

Jadwal Praktik 2012
lahir tanpa tempurung kepala
ass.. nanya pak, ada nggak hubungannya...
27/01/12 22:22 Selengkapnya...
Oleh: anggraini marsyal

Jadwal Praktik 2012
telah ada di Semarang
Terima kasih telah membuka praktek di...
23/01/12 21:47 Selengkapnya...
Oleh: Heri Stiyawan

9 Tahun Menanti Buah Hati
pertanyaan tentang epilepsi
Assalmualikum Ir.H.A. Juanda saya...
23/01/12 01:21 Selengkapnya...
Oleh: Ahmad Hanif

Dokter Memvonis Aku,...Tak...
semangat buat ibu
Allahuakbar..... ibu sungguh tegar...
18/11/11 22:28 Selengkapnya...
Oleh: arisna_kalimantan

Jadwal Terbaru
No events

Nenek 70 Tahun Lahirkan Bayi Kembar PDF Print E-mail
Sunday, 24 January 2010
 

Nenek 70 Tahun Lahirkan Bayi Kembar

Sample Image

NEW DELHI-Bukan main. Dalam usianya yang sudah 70 tahun, Omkari Panwar kembali melahirkan. Kebetulan, bayi yang dilahirkan nenek lima cucu asal Muzaffarnagar, tujuh jam perjalanan darat kea rah utara New Delhi, India, itu kembar pula.

“Saya kaget sekali saat wanita tua ini berkata bahwa dia hamil. Saya telah menggeluti dunia kedokteran selama 20 tahun. Tapi, baru kali ini saya temukan kasus seperti ini, “kata Nisha Malik, ahli kandungan yang membantu persalinan Omkari di Muzaffarnagar, Uttar Pradesh.

Sebetulnya, Omkari hanya ingin memenuhi keinginan sang suami, Charan Singh Panwar, untuk memiliki anak laki-laki. Nyatanya, Omkari melahirkan bayi kembar, satu lelaki dan satu lagi perempuan.

“Paling tidak, keinginan kami untuk memiliki anak laki-laki sekaligus penerus kesampaian. Kami berdoa kepada Tuhan, mengunjungi orang-orang suci, juga tempat-tempat suci, supaya diberi penerus,” kata Panwar.

Pasangan itu sudah punya dua anak perempuan dan memberi mereka 5 cucu. Tapi, tetap saja mereka menganggap kehadiran anak laki-laki sangat penting. Dalam kultur mereka, anak laki-laki memang akan mendapatkan maskawin saat menikah. Tapi, yang lebih penting bagi pasangan ini, anak laki-laki bisa mengerjakan lading. Karena itulah, mereka ngotot menginginkan anak laki-laki.

Panwar tidak memungkiri, diperlukan biaya besar untu mendapatkan anak kembarnya ini. Untuk itu, Panwar harus mnjual kerbau-kerbaunya. Bahkan, dia juga terpaksa menggadaikan sawahnya, menguras tabungan seumur hidupnya, juga pinjam di kartu kredit.

Meski begitu, Panwar menilai semua itu sepadan. “Bisa-bisa saya tewas saking bahagia dan bangga sebagai seorang ayah,” tuturnya.

Dengan peristiwa itu, Omkari disebut-sebut sebagai wanita tertua yang melahirkan. Sebelumnya, ada Adriana Iliescu, wanita asal Rumania yang melahirkan dalam usia 66 tahun pada 2005.

Omkari sebetulnya tidak punya akta kelahiran. Namun, dia punya penanda untuk mengingat umurnya. Yakni, saat India merdeka pada 1947 bertepatan dengan Inggris meniggalkan India, dirinya berumur sembilan tahun.

Kini Omkari menjalani pemulihan di rumah salah satu putrinya. Dia tidak terlalu bahagia saat diberi tahu memecahkan rekor dunia sebagai wanita tertua yang melahirkan. Sebab, dia belum bisa melihat anak-anaknya. Mereka dibawa ke dokter spesialis sebelum dirinya sadar.

“Kalaupun saya wanita tertua di dunia yang melahirkan, itu tidak berarti apa-apa bagi saya. Saya hanya ingin melihat bayi-bayi saya dan merawatnya selagi saya masih mampu,” kata Omkari.

Sumber: JawaPos

   
Kirim ke teman
Artikel yang berhubungan

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  Mathguard security question:
CWS         55Y      
E      M    F L   992
HW3   T8H   8 A      
5 P    O    Y 5   D91
BXW         2Y3      
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >