Beranda arrow INFO Torch arrow SAKIT MATA, JANGAN DISEPELEKAN
Newsflash
JADWAL PRAKTIK
AQUATREAT 2012
 
 
Read more...
 
Menu Utama
Beranda
INFO Torch
News
Kesaksian
Jadwal Praktik
Kontak Kami
Menu Religi
Buletin Tarbiyah
Dakwah
Komentar Terbaru
Epilepsi, Bagaimana Jalan...
Operasi
Adik saya usia 5 tahun pernah jatuh...
30/01/12 03:49 Selengkapnya...
Oleh: Ephron

Jadwal Praktik 2012
lahir tanpa tempurung kepala
ass.. nanya pak, ada nggak hubungannya...
27/01/12 22:22 Selengkapnya...
Oleh: anggraini marsyal

Jadwal Praktik 2012
telah ada di Semarang
Terima kasih telah membuka praktek di...
23/01/12 21:47 Selengkapnya...
Oleh: Heri Stiyawan

9 Tahun Menanti Buah Hati
pertanyaan tentang epilepsi
Assalmualikum Ir.H.A. Juanda saya...
23/01/12 01:21 Selengkapnya...
Oleh: Ahmad Hanif

Dokter Memvonis Aku,...Tak...
semangat buat ibu
Allahuakbar..... ibu sungguh tegar...
18/11/11 22:28 Selengkapnya...
Oleh: arisna_kalimantan

Jadwal Terbaru
No events

SAKIT MATA, JANGAN DISEPELEKAN PDF Print E-mail
Tuesday, 01 September 2009
 

SAKIT MATA, JANGAN DISEPELEKAN

Sample ImageMata adalah jendela untuk melihat dunia. Menjaga indra penglihatan ini tak rumit, tapi banyak yang tersandung karena menganggapnya remeh-temeh. Banyak faktor yang membuat mata jadi tak berfungsi baik.

“MATA bukan segala-galanya, tetapi tanpa mata segala-galanya tidak ada artinya.” Ungkapan ini rasanya tak dapat dibantah. Bagaimana tidak, ketika mata terganggu maka bersiaplah untuk kehilangan keindahan seluruh dunia. Dengan mata yang sehat, banyak hal yang normal dan wajar dapat dinikmati.

 

Meski demikian, tak sedikit orang yang tak merasa penting menjaga kesehatan matanya. Data yang dari Departemen Kesehatan menunjukkan bahwa dari 200 juta penduduk Indonesia, 1,5 persen atau sekitar 3 juta orang menderita kebutaan. Sebuah jumlah yang tidak kecil.

Penyakit mata yang berdampak pada kebutaan ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti degeneratif, pola makan yang tidak sehat, lingkungan hidup, pola hidup, ras, dan faktor genetik Selain faktor tersebut, penyakit mata juga dapat menjadi faktor ikutan karena penyakit lain yang diderita.

Dari banyak kasus, diabetes adalah penyebab paling dominan gangguan pads mata. Diabetes menyebabkan gangguan pada retina atau biasa disebut retino diabetika.

Mereka yang mengalami gangguan retina, 80 persen di antaranya disebabkan oleh diabetes. Diabetes menyebabkan rusaknya pembuluh darah yang memberi makan pada retina mata bagian belakang Pembuluh darah yang melemah ini dapat bocor dan menyebabkan keluarnya cairan atau darah yang dengan sendirinya membuat bagian tertentu pada retina membesar. Dan, karena retina adalah tempat cahaya difokuskan, maka cahaya yang masuk melalui lensa mata tersebut akan membentuk bayangan kabur.

Gambar bayangan kabur itulah yang akan dikirim ke otak, sehingga tidak dapat diterjemahkan dengan sempurna. Untuk mengatasi penyakit mata jenis ini, yang paling penting untuk diperhatikan adalah menjaga pola makan. Makanan, terutama yang memiliki kadar gala tinggi, sedapat mungkin harus dijauhi.

Jenis penyakit mata lainnya yang harus diwaspadai adalah ablasvo retina yaitu penyakit mata akibat lepasnya retina. Meskipun dalam banyak kasus terjadi pada manusia usia lanjut, sebenarnya penyakit jenis ini berpotensi terjadi pada semua tingkatan usia.

Lepasnya retina dapat terjadi akibat benturan keras yang dialami oleh kepala. Selain itu, meskipun tak banyak, dapat merupakan faktor turunan sehingga sangat munglan terjadi pada bayi dan anak-anak Apabila tidak mendapatkan penanganan dengan cukup serius, bisa menyebabkan kebutaan permanen,

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Cambridge University dan London College University menunjukkan bahwa tinggal bersama dengan perokok selama lima tahun dapat menyebabkan kebutaan pada seseorang yang telah berumur. Penyakit mata tersebut adalah Age related Macular Degeneration (AMD).

AMD adalah penyakit mata yang berkembang di atas usia 50 tahun. Penyakit ini melemahkan retina pusat, Meskipun tidak selalu, penyakit ini cenderung mengarah ke kebutaan. Dan saat ini 500 ribu orang di Inggris tengah resah karena terkena penyakit ini. Dalam penelitian yang dipublikasikan British Journal of Opthamology tersebut menunjukkan bahwa risiko terkena penyaldt mata AMD bagi perokok pasif tiga kali lipat, sedangkan untuk perokok aktif dua kali lipat.

Sebuah persoalan yang cukup serius dalam penanganan penyakit mata adalah hingga saat ini ilmu dan teknologi kedokteran belum dapat mendeteksi semua gangguan pada mata. Hal ini jelas merupakan sebuah persoalan. Hal ini jugalah yang membuat banyak orang menganggap remeh penyakit mata sehingga risiko kebutaan menjadi cukup besar karena penanganan yang terlambat. Dan, bukan hal aneh bahwa orang justru sering tersandung pada hal yang remeh-temeh.

Sumber: http://www.f-buzz.com/2008/07/16/sakit-mata-jangan-disepelekan/

 


   
Kirim ke teman
Artikel yang berhubungan

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  Mathguard security question:
7EQ         TTK      
I 9    8      C   DX7
I 8   UCS     J      
P B    7      8   11Q
K7I           9      
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >