Beranda arrow Buletin Tarbiyah arrow 087 Allah, Adam dan Iblis
Newsflash
JADWAL PRAKTIK
AQUATREAT 2012
 
 
Read more...
 
Menu Utama
Beranda
INFO Torch
News
Kesaksian
Jadwal Praktik
Kontak Kami
Menu Religi
Buletin Tarbiyah
Dakwah
Komentar Terbaru
Epilepsi, Bagaimana Jalan...
Operasi
Adik saya usia 5 tahun pernah jatuh...
30/01/12 03:49 Selengkapnya...
Oleh: Ephron

Jadwal Praktik 2012
lahir tanpa tempurung kepala
ass.. nanya pak, ada nggak hubungannya...
27/01/12 22:22 Selengkapnya...
Oleh: anggraini marsyal

Jadwal Praktik 2012
telah ada di Semarang
Terima kasih telah membuka praktek di...
23/01/12 21:47 Selengkapnya...
Oleh: Heri Stiyawan

9 Tahun Menanti Buah Hati
pertanyaan tentang epilepsi
Assalmualikum Ir.H.A. Juanda saya...
23/01/12 01:21 Selengkapnya...
Oleh: Ahmad Hanif

Dokter Memvonis Aku,...Tak...
semangat buat ibu
Allahuakbar..... ibu sungguh tegar...
18/11/11 22:28 Selengkapnya...
Oleh: arisna_kalimantan

Jadwal Terbaru
No events
087 Allah, Adam dan Iblis PDF Print E-mail
Tuesday, 10 June 2008
 

Allah, Adam dan Iblis

Oleh : Abi Wahidatun M.

 

Sebelum Adam as diciptakan dari tanah liat, Allah Swt telah menciptakan Malaikat yang sumbernya dari cahaya dan Iblis dari api. Dulu ketiga makhluk ciptaan Allah –Adam, Malaikat, dan Iblis-- sama-sama tinggal di dalam surga, sebagaimana firman-Nya :

"(Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim." (TQS. al-A'raf [7] : 19).

Lalu kenapa kemudian manusia sekarang ini berada di dunia? Hal ini secara kronologis telah dijelaskan dalam al-Quran kejadiannya sebagai berikut :

Allah Swt berfirman :

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para Malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", Maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud." (TQS. al-A'raf [7] : 11).

Mengapa iblis tidak mau bersujud kepada Adam? Iblis merasa lebih baik dari pada Adam sehingga ia enggan bersujud, sebagaimana firman-Nya :

"Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". (TQS. al-A'raf [7] : 12).

            Sebenarnya, alasan Iblis kepada Allah itu sangat logis, tetapi bukan itu yang dinilai oleh Allah. Melainkan karena pembangkangannya itulah, maka kemudian Allah Swt memerintahkan kepada Iblis untuk keluar dari syurga, sebagaimana firman-Nya :

"Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya tidak menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina". (TQS. al-A'raf [7] : 13).

            Iblis menerima hukuman yang diberikan Allah kepadanya dengan permohonan dispensasi agar ia ditangguhkan kematiannya hingga hari kiamat, sebagaimana firman-Nya :

 

"Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan". (QS. al-A'raf [7] : 14).

Jadi Iblis dan anak cucunya memohon kepada Allah agar tidak dimatikan sampai hari kiamat sehingga ia berkesempatan untuk menggoda Adam dan anak cucunya, sebagaimana firman-Nya:

 "Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh." (QS. al-A'raf [7] : 15).

Bahkan Iblis bersumpah akan menyesatkan anak cucu Adam dari jalan Allah sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya :

 

"Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,." (QS. al-A'raf [7] : 16).

Untuk menyesatkan anak cucu Adam, Iblis akan mengerahkan seluruh tenaga dan kemampuannya dengan mendatangi manusia dari berbagai arah, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya : 

"Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)." (TQS. al-A'raf [7] : 17).

            Oleh karena itulah, maka kemudian Allah Swt menyuruh Iblis keluar dari surga sebagaimana firman-Nya :

"Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya Barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya". (TQS. al-A'raf [7] : 18). Demikianlah dialog antara Allah dan Iblis dalam al-Quran.

 

Memusuhi Iblis

Kemudian, sejak Adam diciptakan, Allah Swt telah menjelaskan kepadanya dan juga kepada seluruh anak cucu Adam bahwa esensi hidup di dunia ini adalah beribadah kepada-Nya dan memusuhi Iblis alias Syaitan.

Sebab Iblis berhasil menjerumuskan Adam dengan sesuatu yang dibisikkan kepadanya, sebagaimana firman-Nya :

"Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi Malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)". (TQS. al-A'raf [7] : 20).

            Pada ayat lain, Allah Swt berfirman :

 

"Dan Dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua." (QS. al-A'raf [7] : 20).

            Bahkan Iblis terus membujuk Adam dan Hawa, sebagaimana firman-Nya :

"Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" (TQS. al-A'raf [7] : 22).

            Dengan demikian, barulah Adam dan Hawa sadar kalau ternyata Iblis telah berhasil memperdaya mereka, sehingga mereka sadar bahwa mereka telah menganiaya dirinya sendiri, sebagaimana firman-Nya :

"Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." (TQS. al-A'raf [7] : 23).

            Dengan demikian, maka kemudian Allah Swt memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi melanjutkan kehidupannya hingga waktu yang telah ditentukan sebagaimana firman-Nya :

"Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan". (TQS. al-A'raf [7] : 24). Pada ayat lain dikatakan : "Allah berfirman: "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan." (TQS. al-A'raf [7] : 25).

Hal ini dijelaskan dalam al-Quran agar menjadi pelajaran penting bagi anak cucu Adam bahwa betapa ganasnya permusuhan antara manusia dengan Iblis. Bahkan Iblis akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menyesatkan manusia (anak cucu Adam). Jadi sesungguhnya, Iblis alias Syaitan ini adalah musuh yang nyata bagi manusia.

Oleh karena itulah, maka kemudian Allah Swt mengingatkan manusia agar tidak mengikuti Iblis alias Syaitan, sebagaimana firman-Nya :

"Jangan kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat, keji dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. " (TQS. Al-Bagarah [2]: 168-169). Ayat lain yang maknanya hampir sama bisa dilihat pada QS. Yasin [36] : 60 dan QS. An-Nisa [4] : 60 serta QS. Fathir [35] : 6.

Ayat tersebut menjadi pelajaran penting bagi orang-orang yang berakal untuk selalu berhati-hati dengan musuh yang berwujud Iblis alias Syaitan, karena permusuhan dengan Iblis telah dimulai sejak Adam as.

Nah, agar kita terhindar dari pengaruh Iblis, maka kita harus bersungguh-sungguh dan senantiasa memelihara, meningkatkan dan memperkuat iman dan takwa kita kepada Allah Swt. Kita harus memiliki ilmu dan pemahaman yang benar tentang hukum-hukum Allah dan Sunnah-sunnah Rasul-Nya serta berusaha dan bersungguh-sungguh dalam mengamalkannya.

Sebab, Iblis memiliki berbagai strategi dalam menjerumuskan manusia.  Iblis sangat licik dan mudah memperdaya orang-orang yang awam atau minim ilmu pengetahuan. Dan banyak orang awam dan orang zuhud yang disesatkan dan ditaklukan oleh Iblis, dikarenakan mereka berpaling dari ilmu dan pemahaman tentang hukum-hukum Allah dan Sunnah-sunnah Nabi-Nya. Karena sibuk dengan urusan dunia dan atau sifat zuhudnya, sehingga Iblis sangat mudah menyesatkannya.

            Allah Swt berfirman :

"Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman." (TQS. al-A'raf [7] : 27).

            Agar kita selamat dari tipu daya Iblis maka kita harus selalu berpegang teguh pada tali Allah dan mengikuti petunjuk-Nya yang lurus, sebagaimana firman-Nya :  

"Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati"." (TQS. al-Baqarah [2] : 38). Jelas bahwa yang dimaksud dengan petunjuk Allah ke jalan yang lurus di sini adalah al-Quran dan Sunnah Rasul-Nya. Itu saja ! (*)

   
Kirim ke teman
Artikel yang berhubungan

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 

Display 1 of 1 comments

Ormas a/n Islam

By: Intan Saputra () on 12-06-2008 04:56

Ormas a/n Islam

By: Intan Saputra ( IP 59.154.38.106) on 12-06-2008 04:56

Assalamu'alaikum Pak Abi,  
 
belakangan ini kita melihat berita2 di tv yang marak sekali tentang FPI.  
bagaimana menurut pandangan pak Abi? 
 
Wa'alaikum salam

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

Display 1 of 1 comments



Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  Mathguard security question:
B8P         UTG      
A 2    Q    Q B   5F4
EJQ   82D   U9B      
9 X    T    J B   P96
AFX         QCG      
   
   



mXcomment 1.0.6 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >