Virus Penyebab Penyakit Bawaan Ada beberapa virus yang dapat menyebabkan penyakit bawaan pada anak anda. Yang pertama adalah HIV, Sipilis, Klamidia dan lain-lain.
HIV adalah virus yang diasosiasikan dengan penyakit AIDS dan infeksinya dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga virus infeksi lain dapat masuk. Sampai sekarang belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV. Seorang ibu yang terkena HIV, dapat menularkan virus tersebut kepada janinnya risikonya hingga 30 persen. Jika janin terinfeksi, virusnya tidak akan berkembang paling tidak sampai berumur 8 bulan dan bayi selanjutnya dapat bertahan hidup hingga umur 3 tahun. Penularan pada bayi dapat juga terjadi saat melahirkan. Bila bayi tidak terinfeksi namun sang ibu positif HIV maka operasi Caesar dapat menjadi pilihan. Kedua adalah Rubella atau Campak Jerman penyakit ini tergolong ringan namun menular dan biasanya menyerang anak-anak. Jika infeksi ini muncul saat hamil dapat menyebabkan ketidaknormalan pada janin hingga mengakibatkan kebutaan atau katarak, tuli, cacat jantung, bahkan keterbelakangan mental. Untuk mencegah janin terinfeksi virus Rubella maka bagi anda yang merencanakan kehamilan dapat melakukan vaksinasi Rubella dan melakukan tes darah, paling tidak 3 bulan sebelum kehamilan. Namun jika pada saat kehamilan bersentuhan dengan seseorang (biasanya anak kecil) yang mempunyai tanda-tanda atau sedang terkena flu, perlu dilakukan tes darah kembali. Cytomegalovirus (CMV), gejala terinfeksinya sama dengan seperti kena serangan flu biasa. Sumber infeksi CMV dapat berasal dari tenggorokan, ludah, lendir mulut rahim, sperma, urin (terutama pada anak-anak). Infeksi lainnya, seperti sipilis, klamidia, dan mikoplasma dapat terinfeksi melalui hubungan seksual atau dari lingkungan terutama lingkungan yang tidak bersih. Janin pun dapat tertular jika ibu yang sedang hamil tidak waspada terhadap virus-virus ini. Pemeriksaan dini pada awal kehamilan, sangat membantu untuk dicari penanganan selanjutnya oleh dokter. Akibat yang dapat ditimbulkan oleh infeksi CMV antara lain keguguran spontan, keterbelakangan mental, hidrosefalus, mikrosefalus (kepalanya kecil) dan lainnya. Untuk mendeteksi apakah perempuan hamil terkena infeksi CMV dengan serangkaian tes dapat dilakukan untuk melihat apakah janin sudah tertular atau belum. Seperti lewat pemeriksaan Imunoglobulin M (IgM), CMV kultur atau biakan virus CMV untuk membantu menemukan diagnosa yang lebih tepat dari virus ini. Herpes Simplek Virus (HSV), penyakit ini menular melalui hubungan seksual dan biasanya ditandai dengan bintik-bintik kecil berisi cairan kemerahan serta sakit pada alat kelamin. Bila perempuan hamil terinfeksi, sangat jarang bayi yang sedang dalam rahim dapat tertular. Tapi bukan berarti infeksi tertular pada bayi karena gesekan dengan alat kelamin ibu pada saat melahirkan. Jika hal ini terjadi maka operasi Caesar dapat menjadi pilihan. Bila bayi terinfeksi maka sistem sarafnya bisa rusak atau cacat seperti menjadi buta karena kornea matanya terinfeksi HSV pada saat proses kelahirannya melewati jalan lahir ibu. Infeksi lainnya, seperti sipilis, klamidia, dan mikoplasma dapat terinfeksi melalui hubungan seksual atau dari lingkungan, terutama lingkungan yang tidak bersih. Janin pun dapat tertular jika ibu yang sedang hamil tidak waspada terhadap virus-virus ini. Pemeriksaan dini pada awal kehamilan sangat membantu untuk dicari penanganan selanjutnya oleh dokter. Sumber: http://www.perempuan.com |