Beranda arrow Kesaksian arrow Virus Toxo Memang Kejam
Newsflash
JADWAL PRAKTIK
AQUATREAT 2012
 
 
Read more...
 
Menu Utama
Beranda
INFO Torch
News
Kesaksian
Jadwal Praktik
Kontak Kami
Menu Religi
Buletin Tarbiyah
Dakwah
Komentar Terbaru
Epilepsi, Bagaimana Jalan...
Operasi
Adik saya usia 5 tahun pernah jatuh...
30/01/12 03:49 Selengkapnya...
Oleh: Ephron

Jadwal Praktik 2012
lahir tanpa tempurung kepala
ass.. nanya pak, ada nggak hubungannya...
27/01/12 22:22 Selengkapnya...
Oleh: anggraini marsyal

Jadwal Praktik 2012
telah ada di Semarang
Terima kasih telah membuka praktek di...
23/01/12 21:47 Selengkapnya...
Oleh: Heri Stiyawan

9 Tahun Menanti Buah Hati
pertanyaan tentang epilepsi
Assalmualikum Ir.H.A. Juanda saya...
23/01/12 01:21 Selengkapnya...
Oleh: Ahmad Hanif

Dokter Memvonis Aku,...Tak...
semangat buat ibu
Allahuakbar..... ibu sungguh tegar...
18/11/11 22:28 Selengkapnya...
Oleh: arisna_kalimantan

Jadwal Terbaru
No events
Virus Toxo Memang Kejam PDF Print E-mail
Friday, 09 May 2008
 

Komang Tri Gustoro

Virus Toxo Memang Kejam

Aku, Komang Tri Gustoro, pekerjaan wiraswasta, tinggal di Bogor, tidak mengira kalau perjalanan rumah tanggaku akan mendapatkan cobaan-cobaan yang sangat berat. Padahal sebelum aku menikahi Trisnaningsih sepertinya tidak ada tanda-tanda ada kelainan baik diriku ataupun istriku. Semuanya sepertinya berjalan biasa-biasa saja. Namun setelah pernikahanku dengan Trisnaningsih yang dilaksanakan pada 1994 lalu itulah, rupanya cobaan dari Allah SWT mulai menimpa keluargaku. Berbagai cobaan selalu menimpa keluargaku anehnya cobaan tersebut justru menimpa kepada anakku yang sekaligus sebagai generasi penerusku kelak.

Tragisnya lagi, anak-anakku hampir semuanya terkena Toxo, penyakit yang konon menurut dokter belum ada obatnya yang mujarab. Padahal sebelumnya sepertinya aku dan istriku juga belum pernah terkena Toxo. Boro-boro terkena, kenal ataupun tahu apa itu Toxo saja tidak. Namun setelah diperiksakan ke dokter ternyata positif Toxo. Konon Toxo merupakan virus burung yang bisa menular ke manusia. Penularannya juga bisa lewat hewan piaraan seperti kucing, kambing, burung, merpati dll. Anehnya penularannya juga bisa bisa secara langsung ataupun secara tidak langsung seperti lewat daging makanan yang setengah matang, sayur-sayuran yang segar dan tidakdicuci dll. Kalau memang demikian betapa kecamnya virus Tokso tersebut.

Meskipun aku orang Bogor, namun waktu itu aku dan istriku sempat hidup di pulau Sumatera tepatnya di Lampung. Dari kota inilah awal mula perjalanan hidupku yang kelam ini. Setelah menikah tepatnya pada tahun 1994, istriku langsung hamil, namun sayangnya kehamilan tersebut tidak sempat terpantau dengan baik oleh istriku sendiri ataupun oleh aku. Kedua-duanya sibuk dengan urusan sendiri-sendiri, jadi tidak tahu kalau istriku sudah hamil.
Sewaktu mengandung anak pertama, istriku sepertinya tidak melihat akan ada tanda-tanda yang kurang baik ataupun ada sesuatu yang mencurigakan. Semuanya berjalan normal-normal saja. Jadinya baik aku dan istriku tidak merasa cemas dengan apa yang sedang dikandungnya istriku. Harapanku waktu itu anak bisa lahir dengan selamat dan bisa tumbuh normal.

Memasuki pada bulan ke-8 istriku sepertinya akan melahirkan, padahal seharusnya masih 1 bulan lagi (belum genap sembilan bulan) namun entah kenapa tiba-tibanya istriku sepertinya ingin melahirkan bayi. Dengan perasaan yang kalut maka istriku dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Disana diperoleh jawaban kalau istriku akan melahirkan prematur (belum waktunya untuk keluar).

Dengan bantuan dokter akhirnya istriku bisa melahirkan dengan selamat, namun betapa terkejutnya aku dan istriku ketika melihat anakku yang lahir belum waktunya tersebut. Astagfirullah ternyata anakku lahir dengan sangat menyedihkan, karena ususnya keluar dari rongga perut. Aku tidak menyangka dan tidak bisa menerima kenyataan ini. Aku merasa iba sekali dengan keadaan anakku ataupun istriku. Meskipun ketika lahir dengan bobot 1,8 kg, namun belum bisa menolong untuk kelangsungan hidup anakku tersebut.

Kabar kelahiran anakku yang tidak normal ini, juga sempat menjadi bahan pembicaraan dan bahan tontonan masyarakat sekitar. Berita kelahiran anakku yang cacat ini langsung menjadi berita sekampung. Bahkan banyak pula tetangga luar desa datang ke rumahku untuk menyaksikan peristiwa yang langka tersebut. Berbondong-bondong masyarakat ingin menyaksikan secara langsung berita yang menghebohkan tersebut. Ada masyarakat yang hanya datang untuk melihat, namun banyak juga masyarakat yang merasa iba begitu melihat anakku yang lahir cacat tersebut.

Begitu istriku melihat anakku lahir cacat, langsung pingsan dan tidak sadarkan beberapa jam lamanya. Ketika siumanpun masih belum bisa menerima kenyataan tersebut. Istriku merasa kasihan sekali dengan keadaan anakku tersebut. Beruntungnya Tuhan masih menyayangi umatnya, begitu anakku lahir hanya mampu bertahan sehari semalan. Paginya anakku tersebut dipanggil yang Kuasa untuk selama-lamanya. Satu sisi aku dan istriku tidak terima karena anak pertamaku meninggal mendadak, namun disisi yang lain seandainya tidak meninggal pastilah akan merepotkan kedua pihak, khususnya dalam perkembangan anakku menemui banyak masalah.

Dengan perasaan berat akhirnya aku dan istriku mencoba menerima cobaan ini meskipun pahit rasanya. Meski demikian bukan berarti cobaan ini sudah selesai di sini.
Untuk mengurangi kepedihan ini, aku dan istriku sering mencari hiburan di luar rumah. Hampir setiap ada waktu senggang kami mencoba menghibur diri supaya tidak terbayang terus dengan kejadian yang tidak diinginkan tersebut.

Merasa hidupku di Lampung sepertinya sudah tidak ada harapan lagi, maka aku dan istriku memutuskan untuk pindah ke Bandung. Mudah-mudahan kehidupan di Bandung bisa melupakan kejadian-kejadian yang tidak mengenakan tersebut. Singkat cerita, begitu pindah ke Bandung, aku dan istriku langsung menyesuaikan diri dengan lingkungan. Dan akhirnya pada sekitar tahun 1995 istriku mengatakan hamil lagi. Begitu mengetahui istriku hamil, dalam benakku juga terbayang kejadian sebelumnya. Jangan-jangan anakku yang lahir nantinya juga bernasib sama dengan anakku pertama.

Karena kerisauan inilah, hingga menyebabkan hampir selama kurun waktu sekitar sebulan aku dan istriku merasa prihatin dan memohon kepada Allah SWT supaya, anakku yang kedua nantinya bisa lahir dengan selamat dan normal seperti anak-anak pada umumnya. Upaya untuk mempertahankan kandungan istriku juga dilaksanakan dengan berbagai upaya baik secara medis maupun secara alternatif.

Memasuki bulan pertama, sepertinya tidak ada tanda-tanda yang membahayakan, namun memasuki bulan ke dua, sepertinya istriku terkena ujian yang sangat berat. Tiba-tiba saja entah dari mana sebabnya, istriku keluar fleknya seperti keguguran.
Aku diberitahu juga merasa kaget setengah mati. Apa mungkin kejadian pertama akan terulang lagi? Pikirku waktu itu.

Kekhawatiranku ternyata terbukti juga, karena penasaran adanya flek tersebut, hingga diputuskan untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan. Mudah-mudahan hasilnya bisa negatif. Namun begitu diberitahu kalau flek yang keluar dari rahim istriku merupakan tanda-tanda kalau istriku akan keguguran lagi. Bahkan menurut saran dokter, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya kandungan istriku dikuret. Supaya menjaga sedini mungkin terserang penyakit yang tidak diinginkan, seperti kanker leher rahim.

Setelah keguguran yang kedua kalinya, istriku betul-betul trauma dengan kehamilan. Sering setiap ditanya apakah menginginkan mempunyai momongan lagi, istriku hanya diam dan yang keluar Cuma air mata kepedihan. Aku bisa maklum dengan kenyataan ini, aku yang tidak mengalami langsung saja dalam hati kecilku belum bisa menerima kenyataan ini, apalagi istriku yang dengan susah pahak hamil dan melahirkan.

Untuk menghibur suasana, aku dan istriku juga sering berjalan-jalan ketempat-tempat yang sering dipakai anak-anak untuk bermain. Tujuanku bisa untuk mengobati luka hati yang menimpa istriku, dan juga untuk menghibur untuk tidak mengingat-ingat kejadian yang sudah. Rupanya dengan langkah tersebut, istriku bisa terhibur dan untuk beberapa saat lamanya. Setelah beberapa lama di Bandung, kami sepakat lagi untuk pindah rumah ke Bogor, di kota inilah mudah-mudahan tidak mendapatkan hal-hal yang tidak baik.

Meskipun sudah pindah kota di Bogor, namun nasib malang sepertinya belum hilang juga, untungnya hidup di Bogor, dekat dengan saudara. Jadi bila ada sesuatu maka bisa meminta bantuan saudara-saudara. Di Bogor kira-kira enam bulan, tiba-tiba istriku hamil lagi. Namun pada kehamilan ketiga, istriku sepertinya sudah mulai tahan terhadap masalah-masalah yang mungkin akan terjadi. Istriku juga sudah rela seandainya kehamilan yang ketiga nantinya juga mengalami keguguran seperti sebelumnya. Namun demikian upaya mencari pengobatan baik secara medis maupun secara pengobatan alternatif tetap dilaksanakan. Justru ketika berada di Bogor, lebih getol mencari pengobatan alternatif. Ini bisa dimaklumi karena istriku benar-benar sudah menginginkan anaknya bisa lahir selamat.

Begitu tahu istriku hamil, akupun secara intensif memberikan dorongan kepada istriku supaya selalu memeriksakan diri ke dokter. Jangan bekerja terlalu berat, dan banyak istirahat, banyak memakan buah-buahan dan jangan memikirkan hal-hal yang tidak baik. Istriku juga sepertinya mau menerima saranku tersebut, buktinya sudah banyak aktifitas yang ditinggalkan dan lebih banyak di rumah.

Namun lagi-lagi cobaan datang tepatnya ketika usia kandungan menginjak bulan ke dua, tiba-tiba saja istriku keguguran lagi. Pupus sudah harapanku untuk menimang anakku yang seharunya sudah tiga orang, namun masih saja belum satupun yang selamat. Karena keguguran yang ketiga inilah, maka aku dan istriku memutuskan sebelum bisa mengobati penyakit yang diderita istriku maka istriku tidak akan mengandung lagi. Untuk mengobati inilah, diupayakan berbagai jalan, baik secara medis maupun menggunakan pengobatan alternatif. Masalahnya dalam mencari pengobatan yang tepat, ternyata belum mendapatkan yang benar-benar bisa diandalkan.

Dari informasi kakak iparku yang bekerja di Kantor Peternakan Bogor, di kantor tersebut terdapat orang yang bisa menyembuhkan penyakit Tokso tersebut. Kebetulan orang tersebut kenal akrab dengan kakak iparku tersebut. Konon pak Juanda (nama ahli pengobatan alternatif tersebut) istrinya juga mengalami nasib yang hampir sama persis dengan istriku yang tiga kali keguguran. Tanpa pikir panjang aku dan istriku langsung menemui ditempat prakteknya di Jl Sutiragen, perumahan Indraprasta tersebut.

Di depannya, aku ceritakan apa yang selama ini dialami istriku, dari kelahiran anakku yang pertama hingga keguguran demi keguguran hingga dua kali. Pokoknya tidak ada yang tersisa untuk diceritakan. Mendengar cerita tersebut, pak Juanda langsung menyanggupi untuk melakukan aquatreat therapy selama bebeapa bulan. Pokoknya hingga sembuh dan bisa mempunyai anak. Aku dan istriku senang luar biasa, rupanya Allah SWT telah memberi jalan sehingga kami bisa bertemu dengan orang yang tepat dan mudah-mudahan bisa menyembuhkan derita yang dialami istriku tersebut.

Setelah konsultasi, pulangnya aku diberi ramuan obat yang harus diminum sehari satu kali pada waktu pagi hari. Awalnya istriku sepertinya agak keberatan minum ramuan tersebut, katanya rasanya tidak enak. Namun didorong ingin punya momongan tersebut akhirnya meskipun tidak enak rasanya, tetap diminum juga secara rutin. Pengobatan berjalan sekitar dua bulan, pak Juanda sudah mengatakan kalau aman untuk hamil. Kalau kurang percaya bisa memeriksakan diri ke dokter, untuk mengetahui kadar Tokso yang dideritanya sudah sembuh apa belum.

Sungguh luar biasa, hasil laboratorium ternyata Tokso pada istriku sudah minus artinya sudah sembuh. Ini berarti bila hamil kemungkinan untuk gugur sudah kecil sekali. Rasanya sangat senang sekali waktu itu. Setelah dinyatakan negatif, maka aku dan istriku memohon kepada Allah semoga bisa dikaruniai anak yang sehat dan normal seperti anak-anak lainnya. Tepat pada masa terapi ke 3 (memasuki bulan ketiga) istriku dinyatakan positif hamil. Sungguh bahagianya waktu itu, mudah-mudahan ini merupakan penantian terakhir aku mempunyai anak.

Bulan pertama dilaluinya dengan selamat, memasuki bulan kedua, ketiga, keempat dan kelima juga sepertinya tidak ada tanda-tanda kelainan pada janin maupun pada istriku. Puncaknya ketika memasuki usia kandungan bulan ke-9 lewat 2 hari, syukur alhamdulillah, anakku bisa lahir dengan selamat. Aku lihat juga normal tidak ada cacat sedikitpun secara fisik. Sebagai rasa puji syukur atas karunia anak yang sebetulnya ke-4, namun juga yang pertama, anakku kuberi nama I Gusti Made Muhammad Aulia. Harapanku dengan lahirnya anakku tersebut dengan selamat, nantinya bisa berkembang dengan baik, berguna bagi nusa, bangsa dan agama.
Amin. ***

   
Kirim ke teman
Artikel yang berhubungan

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 

Display 5 of 6 comments

minta solusinya...

By: nur salatiga () on 17-03-2011 19:07

minta solusinya...

By: nur salatiga ( IP 118.97.15.21) on 17-03-2011 19:07

saya nur ibunda dari rayhan yg berumur 2,5 thn. Anak kmi blum bisa apa2 ust...bahkan untuk tengkurep. Dulu sewaktu melahirkan divakum 2 kali>sehingga kpla rayhan kecil. bgmn solusix?jazakumullohu khoiron

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

minta alamat pengobatan alternatifnya

By: dinar ( IP 118.97.78.212) on 15-03-2011 19:17

ass.wr.wb 
pak bisa minta tolong diinfokan alamat pak juanda,klu boleh tau kisaran berapa ya pak u/ berobat disana.. 
bisa minta tolong diinfokan ke email saya dn_sw@yahoo.com

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

salam

By: githa nathasya () on 19-10-2010 20:18

salam

By: githa nathasya ( IP 125.166.186.255) on 19-10-2010 20:18

boleh minta no contact & alamat lengkap nya..trims salam... :)

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

» See all 1 replie(s)

mohon bantuan

By: tommy hw () on 11-10-2010 22:33

mohon bantuan

By: tommy hw ( IP 222.124.156.242) on 11-10-2010 22:33

saya dengan sangat memohon bantuan informasi atas pengobatan tokso yg terjadi pada isti sya yang pd tahun 1991 terjadi pada kelahiran anak kami sampai bertahan 10 bulan dan hingga kini kami belum dikaruniai putra dan umur istri dah menginjak 38 tahun besar harapan kami bisa mendapatkan buah hati yang sehat ,trima kasih sebelumnya atas pertolongan pada kami ' tommy sidoarjo

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

» See all 1 replie(s)

pengobatan alternatif

By: dee () on 23-07-2010 05:50

pengobatan alternatif

By: dee ( IP 206.53.152.37) on 23-07-2010 05:50

Selamat atas karunia yg telah diterima, kalau boleh minta alamat pengobatan alternatifnya 
 
Terima kasi

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

Display 5 of 6 comments



Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  Mathguard security question:
JJ1         UXS      
M      F      4   T2D
L99   5BI   293      
3 X    6    Q     S5L
582         DSA      
   
   

More comments...



mXcomment 1.0.6 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >