Lien Herlina Anakku Korban Keganasan Toxo Hati siapa yang tidak sedih kalau tiba-tiba saja anak yang diidam-idamkan mengalami keguguran padahal usia kandunganku waktu itu sudah memasuki bulan ke-6. Ini berarti janinku sudah berujud bayi. Padahal semenjak pernikahanku dengan mas R Muhammad Maulana yang bekerja di IPB pada tahun 1997, sudah mendambakan hadirnya jabang bayi di rumah kami. Namun sepertinya Allah belum mengizinkan kami untuk memperoleh momongan tersebut.
Aku adalah Lien Herlina, warga Bogor, Jabar, merasa sangat terpukul menghadapi ujian tersebut, yang lebih menyedihkan lagi adalah anakku yang pertama ini ternyata kembar, laki semuanya. Sebenarnya awalnya aku tidak mengerti kalau keguguran bayiku tersebut dikarenakan virus Toxoplasmosis. Ini baru aku ketahui setelah menjalani penelitian di sebuah Klinik di Jakarta, hasilnya mengatakan kalau aku positif terkena Toxo. Dari saran dokter baru aku ketahui ternyata virus Toxo jahat sekali, karena bisa menyerang siapa saja, tidak pandang bulu. Virus yang disebabkan oleh binatang piaraan ini, ternyata bisa menular ke manusia baik tua muda, laki perempuan tanpa pandang bulu. Virus yang disebabkan oleh hewan piaraan kita seperti kambing, burung, merpati, kucing ini juga bisa menyerang manusia lewat tumbuh-tumbuhan seperti sayuran. Cara penularannya juga sangata sederhana yaitu bisa lewat kontak langsung, ataupun memakan sayuran mentah dan tidak direbus dengan baik, ataupun karena senang mengkonsumsi daging setengah matang. Dihubungkan dengan keadaanku sebelumnya, ternyata dari keluargaku waktu itu juga senang memelihara binatang dan senang memakan makanan yang masih mentah untuk lalapan. Namun karena tidak tahu kalau bisa membahayakan maka hal tersebut berlangsung sekian waktu, dampaknya ternyata benar-benar aku rasakan, setelah aku berumah tangga dan bisa menggugurkan kandunganku tersebut. Anehnya, penyakit yang ternyata masuk ke dalam keluarga TORCH (Toxoplasmosis, Rubella, CMV, Herpes) ini hingga saat ini dunia kedokteran belum bisa menemukan pengobatan yang dirasa aman dan bisa menyembuhkan dengan tingkat kesembuhan 90%. Semenjak keguguranku yang pertama akupun waktu itu belum sepenuhnya mengetahui tentang penyakit yang kuderita tersebut. Tahunya aku mendapat cobaan dari Allah SWT. Mas Maulana juga tidak menduga kalau aku terkena Toxo, masalahnya tanda-tandanya tidak tampak secara jelas, dan bisa dirasakan langsung olehku. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, setelah aku mengalami keguguran, maka aku langsung dikuret. Aduh rasanya….. waktu itu. Mau menjerit tidak bisa, menghindar untuk tidak dikuret juga tidak mungkin. Dengan perasaan yang tidak menentu maka aku putuskan untuk melakukan kuret juga. Didampingi oleh saudara-saudaraku dan mas Maulana maka kuret bisa aku jalani dengan baik. Meski rasanya minta ampun, namun syukurlah ternyata bisa selesai dengan baik. Paska kuretku yang pertama, tidak terasa aku sudah menjalani penantian sampai bulan ke 8. Pada bulan kedelapan inilah, aku tiba-tiba saja tidak datang bulan, awalnya aku diamkan saja dan tidak mau ngomong dengan mas Maulana, namun karena mas Maulana sepertinya mengetahui kalau aku menyembunyikan sesuatu maka akhirnya bertanya juga. Paginya aku sengaja memeriksakan diri ke dokter kandungan yang kebetulan tempatnya tidak begitu jauh dari rumahku. Hasil pemeriksaan tersebut sungguh diluar dugaan, ternyata aku sudah hamil 4 minggu. Mas Maulana, aku beritahu juga merasa sangat senang, rupanya dia juga selama ini sudah mendambakan seorang anak. “Mudah-mudahan bisa selamat dan tidak terjadi apa-apa,” kata mas Maulana. Kabar aku hamil juga sampai ke telinga orang tuaku maupun orang tua mas Maulana. Mereka menyambut sangat gembira atas kabar tersebut. Cuma pintanya supaya aku bisa menjaga diri dan sudah saatnya untuk mengurangi berbagai aktifitas yang selama ini aku jalani. Dan akupun setuju saja untuk mengurangi aktifitas tersebut. Yang penting bisa memunyai anak dan bisa memberikan momongan kepada mas Maulana. Namun kesenangan itu tidak berlangsung lama, memasuki usia kandungaku yang sudah dua bulan lebih hampir memasuki bulan ke tiga, tiba-tiba saja aku mengalami pendarahan. Waktu itu aku baru saja bangun tidur, tiba-tiba saja perutku merasakan sakit yang luar biasa. Tidak seperti sakit-sakit yang sudah-sudah. Biasanya kalau aku mau datang bulan memang perutnya sakit, namun tidak seperti waktu itu. Karena saking sakitnya maka aku langsung lari kekamar mandi. Dikamar mandi itulah, tiba-tiba saja aku mengalami pendarahan, dan artinya aku mengalami keguguran untuk yang kedua kali. Mas Maulana juga shock ketika kuberitahu kalau aku baru saja mengalami pendarahan. Malahan yang memberitahu hal ini justru dari pembantuku waktu itu. Karena aku begitu pendarahan langsung histeris dan pingsan tidak sadarkan diri. Untuk menyelamatkan diriku mas Maulana membawaku secepatnya ke rumah sakit. Di rumah sakit itulah aku menjalani perawatan untuk memulihkan kondisiku yang turun drastis tersebut. “Sudahlah dik, mungkin kita belum ditakdirkan memperoleh momongan. Lain kali mungkin bisa. Tabahkanlah hatimu untuk menerima cobaan ini,” kata mas Maulana memberiku semangat. Dengan lelehan air mata aku tanpa sepatahkatapun bisa terucap hanya menganggukkan kepala saja dan seterusnya aku sudah tidak ingat apa-apa lagi. Ternyata dokter telah memberiku obat tidur untuk istirahat. Setelah menjalani pengobatan dan kuret untuk yang keduakalinya, aku sepertinya sudah tidak mempunyai harapan untuk mendapatkan seorang momongan. Namun demikian bukan berarti aku dan mas Maulana tidak berusaha untuk memperoleh keturunan tersebut. Setelah dirasa kuat menerima kenyataan ini, aku mencoba mencari pengobatan-pengobatan alternatif yang bisa digunakan dan tidak membahayakan dalam kandunganku tersebut. Ada beberapa ahli pengobatan yang dirasa bisa menyembuhkan Tokso tersebut, namun belum ada yang secara nyata bisa menyembuhkan dengan baik. Bagiku dan mas Maulana, tempat bukanlah halangan, bila memang orangnya sanggup menyembuhkan meskipun jauh tempatnya akan aku datangi juga. Bahkan ada beberapa paranormal atau pengobatan tradisional yang aku datangi namun semuanya hasilnya tetap saja nihil. Setelah membaca salah satu majalah terbitan Jakarta, ternyata Ir A Juanda dari Bogor bisa menyembuhkan Toxo, maka langsung saja aku dan mas Maulana mendatangi di tempatnya praktek tersebut. Aku ceritakan semuanya tidak ada yang tersisa. Begitu aku bertemu dengannya, sepertinya ada sesuatu kecocokan dalam hatiku, dan keyakinanku bisa mengobati penyakit yang aku derita tersebut. Singkat cerita, aku mulai menjalani aquatreat therapy, semua saran yang diberikan aku jalani, baik itu meminum ramuan pak Juanda setiap hati sekali sehari di pagi hari ataupun saran lainnya berupa meminta penyembuhan kepada Allah SWT. Setelah menjalani pengobatan selama 8 bulan, aku mencoba memeriksakan diri ke dokter tentang kadar Toxo yang ada pada diriku. Aku tidak mengira sama sekali, kalau Toxo tersebut, ternyata sudah negatif. Artinya aku sudah terbebas dari penyakit yang terkutuk tersebut. Dari saran pak Juanda, aku juga sudah diperbolehkan untuk hamil lagi. Ini berarti kehamilanku untuk yang ke tiga. Jelasnya, setelah memasuki bulan ke sembilan, aku dinyatakan positif hamil. Bahkan dari uji lab, ternyata janin dalam kandunganku kembar lagi. Betapa senangnya ketika itu, kabar inipun aku sampaikan kepada mas Maulana. Mas Maulana malahan langsung melakukan syukur kepada Allah. “Mudah-mudahan Allah kali ini memberi kita momongan ya dik,” katanya spontan. Tidak terasa waktu itu tanggal 3 Juni 2001 lahirlah anakku yang ke tiga, dan benar-benar kembar lagi perempuan semuanya. Untuk melengkapi kebahagiaan ini, maka aku beri nama anak-anakku adalah R Jihan Afifah dan R Hasmak Azizah. Hingga saat ini kedua anakku sudah tumbuh dengan sehat dan sedang lucu-lucunya. Seandainya saja anakku yang pertama hidup kembar, kedua hidup, dan ketiga hidup kembar maka seharusnya anakku sekarang sudah lima anak. Namun karena Allah SWT baru mengizinkan aku memperoleh dua anak saja, inipun perempuan semua. Aku dan mas Maulana tidak masalah laki-laki atau perempuan sama saja yang penting bisa lahir dengan selamat dan bisa mengasuhnya dengan baik. Nantinya anakku semoga bisa menjadi anak yang berguna bagi kita semua. Amin. Terima kasih pak Juanda, berkat pertolongan bapak, kami bisa memperoleh momongan dengan baik dan selamat. *** |
|
|