Kebahagiaan yang tengah meliputi pasangan muda ini saat menyambut kelahiran buah cintanya, tiba-tiba berubah menjadi nestapa. Bayi yang dilahirkan Marlupi ternyata membawa kelainan, karena ususnya terburai di atas rongga perut. Harus ada tindakan tepat untuk menyelamatkan bayi mungil itu. Dokter merencanakan operasi. Marlupi dan Danang, suaminya, berharap bisa menyelamatkan putranya dari maut.
Menikah dengan pilihan hati, merupakan wujud kebahagiaan yang kurasakan pada awal aku membangun rumah tangga. Kukenal Mas Danang suamiku, diarena demonstrasi, saat kami bersama-sama turun ke jalan melakukan orasi aksi mahasiswa di UGM. Perkenalan singkat yang disemai dengan cinta membawa kami pada pernikahan di awal bulan Maret 2002.
Aktivitasku tak terhenti dengan perkawinan, aku malah ikut senam aerobik dua kali seminggu, di samping aktif kuliah di program S2. Tanpa kusadari, hari menstruasiku telah lama lewat. Namun aku tidak terburu-buru meyakini, bahwa aku tengah memasuki usia kehamilan. “Setiap bulan aku biasa terlambat menstruasi, dan aku tidak merasakan adanya tanda-tanda kehamilan, seperti mabuk dan lemas atau muntah. Jadi aku melakukan senam aerobik seperti biasa.
Mataku.., bisa melihat kembali
Moch Azhar Arief
MATAKU YANG BUTA BISA MELIHAT KEMBALI
Sejak kecil aku mengalami gangguan syaraf mata. Mata kiriku buta, dan mata kananku dapat berfungsi meski yang kulihat ada titik - titik hitam. Kepalaku sering pusing, dan selalu mimisan. Selain itu aku juga mudah lelah, dan saat sakit flu bisa berkepanjangan dan tidak bisa bangun. Tidak kukira ternyata penyebab penyakitku adalah Toxo, Rubela, CMV (TORCH) melalui pengobatan Pak Juanda, akhirnya aku bisa melihat normal.
Sejak anak-anak, kata orang mataku juling. Namun aku tidak memahami, karena sejak kecil, aku melihat dengan pandangan yang sama. Fungsi mata yang kumiliki, seperti yang kurasakan, yakni mata kananku memandang dengan tampilan titik-titik hitam, sementara mataku yang kiri error, tak bisa melihat. Aku mengira kondisi penglihatan seperti itu normal dimiliki setiap orang. Keheranan baru muncul, saat aku naik sepeda dengan teman-teman. Aku selalu bertanya, “ Apa kamu bisa melihat dengan mata kiri?” Temanku menjawab, “Bisa.” Sesaat aku berpikir, kalau begitu mata dia lebih baik dari mata saya.
...2 minggu aku tak sadarkan diri
I Nyoman Debat Wirantopo
AKIBAT TOXO, DUA MINGGU AKU TIDAK SADARKAN DIRI
Semenjak kelas 6 SD, Topo sering sakit kepala. Ibunya mengobati Topo dengan memberi amoxillin. Ternyata hingga bertahun-tahun pusingnya tidak pernah sembuh. Seluruh persendian tubuhnya terasa sakit. Ia pernah dirawat di ruangan ICU. Di ruang perawatan intensif ini keadaannya justru semakin mengkhawatirkan. Topo tidak sadarkan diri selama dua minggu. Dokter menuduh dirinya kecanduan narkoba. Sumber penyakitnya baru diketahui setelah bertemu dengan Pak Juanda. Pria yang masih kuliah ini ternyata terserang virus TORCH. Empat bulan mengonsumsi Aquatreat Therapy, Topo kini terbebas dari beban sakit yang dideritanya.
Dari kelas enam SD, kepalaku sering terasa pusing. Siapa sangka kalau penyakit migren, demikian orang sering menyebutnya, bisa mengakibatkan si penderitanya jatuh pingsan selama dua minggu. Melihat kondisiku yang sudah mengkhawatirkan, aku dimasukkan ke ruang ICU. Ketika itu kedua orangtuaku sudah pasrah. Beliau sama sekali tidak menyangka kalau akhirnya aku masih bisa diselamatkan. Bahkan di tengah deraan penderitaanku yang bertubi-tubi, aku masih sanggup mengikuti pelajaran di sekolah. Bahkan aku mampu mengikuti kuliah. Saat ini aku tengah duduk di semester akhir, salah satu fakultas di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Bagiku ini adalah suatu mukjizat yang luar biasa.
Bayiku lahir dengan usus terburai
Trisnaningsih
VIRUS TOXO MEMBUAT BAYIKU LAHIR DENGAN USUS TERBURAI DAN TIGA JANINKU GUGUR
Ibu muda yang memupuk harapan untuk memiliki bayi sehat dan lucu ini terpaksa harus kecewa, Bayi yang dilahirkannya membawa kelainan yang fatal. Ususnya terburai, teronggok di atas rongga perut, sehingga dibutuhkan tindakan operasi untuk membenahi usus itu dalam saat yang sangat kritis. Namun belum sempat dilakukan operasi, buah hati yang didambakan itu meninggal dunia. Baru belakangan diketahui, bahwa penyebab kelainan pada bayinya adalah virus TORCH. Pengobatan dokter dilakukan, namun virusnya tak kunjung lenyap, sampai akhirnya ia bertemu dengan Pak Juanda, penemu Aquatreat Therapy yang mampu membunuh virus TORCH.
Membuka lembaran masa lalu, bagai kembali ke suatu masa yang penuh cobaan dan perjuangan untuk bangkit menata hidup bahagia dengan anak-anak yang sehat dan lucu. Suatu kisah kelabu, yang menyemaikan rasa syukur ke hadirat Allah, karena dengan karunia-Nya, aku dan Mas Tri Gustomo akhirnya dianugerahi anak-anak yang sehat, baik dan cerdas.
Setelah Lima Anakku Meninggal...
Ny. LESTARI
Setelah Lima Anakku Meninggal, Tuhan Memberiku Bayi Kembar
Aku sudah sampai pada puncak keputusasaan ketika bayi kelima yang kukandung akhirnya gugur sebelum berkembang. Tiga bayi yang kulahirkan terdahulu juga meninggal dalam usia yang hanya beberapa bulan saja. Sedangkan bayi keempat meninggal sebelum sempat kulahirkan. Tak dapat kuungkapkan nestapa jiwaku dalam hempasan kesedihan yang panjang. Alhamdulillah, akhirnya Tuhan memberiku karunia saat bertemu dengan Pak Juanda. Dengan pengobatan TORCH, akhirnya misteri dukaku terungkap, ternyata lima bayiku mati digerogoti virus maut itu
Masih segar dalam ingatan, ketika itu tahun 1994 saat Mas Poniran meminangku di Sleman, Jawa Tengah. Sama seperti pasangan pengantin baru pada umumnya, rasanya aku ingin secepatnya dapat memiliki keturunan. Usiaku ketika itu sudah menginjak 24 tahun. Menurut beberapa teman, seusiaku ini adalah masa yang cukup sempurna bagi seorang wanita untuk mengandung. Aku bersyukur, harapan untuk segera memiliki momongan terkabul. Hanya selang dua bulan masa pernikahanku, Tuhan mengaruniaiku kehamilan.