Dua tahun setelah menikah, aku (nama lengkapku adalah ibu Eriya Yuliza, istri dari bapak Yandrianto, Jl Dt Parpatih NSB No. 80, Belakang Mesjid Agung, Kotamadya Solok, Telp (0755) 20134, Toko 22992, Sumatera Barat) terlambat datang bulan. Setelah diperiksa alhamdulillah aku dinyatakan positif hamil. Bahagianya hati kami. Sayangnya kehamilan ini tidak bisa berlanjut, lantaran pada bulan berikutnya aku mengeluarkan flek-flek darah berwarna hitam. Saat itu juga aku peri ke dokter, namun anehnya dokter mengatakan tidak apa-apa dan biasa terjadi pada kehamilan muda.
Bekerja jauh dan harus nglajo menjadi problem tersendiri bagiku, apalagi meskipun aku (nama lengkapku adalah Titut Wisma Rudatin, umur 40 tahun saat ini mengajar di SMK 6 Jogjakarta) pada waktu itu sekitar tahun 1994 – 2000 tiap hari harus naik bis PP Jogja – Purworejo. Belum sempat untuk mengajar, sering badanku sudah capai duluan, padahal mengajar di sekolah lanjutan atas membutuhkan banyak energi dan pikiran. Namun aku malah kadang sudah tidak mood lagi, apalagi kalau dari rumah sudah membawa masalah keluarga. Dari inilah sepertinya penyakitku mulai menyerang tubuhku.
Keguguran mungkin akan meninggalkan “luka” yang perlu waktu cukup lama untuk bisa sembuh. Keguguran memang bukan sebuah keadaan yang diharapkan. Namun perlu Anda waspadai, karena persentase kemungkinan terjadinya kondisi ini cukup tinggi. Sekitar 15-40% angka kejadian, diketahui pada ibu yang sudah dinyatakan positif hamil, dan 60-75% angka keguguran terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 12 minggu.